Kubu Jokowi Sebut Presiden Tak Bisa Intervensi Kasus Novel

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 20:14 WIB
Kubu Jokowi Sebut Presiden Tak Bisa Intervensi Kasus Novel Raja Juli Antoni, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, di Jakarta, belum lama ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, menegaskan presiden tak bisa mengintervensi kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Menurutnya, kasus itu merupakan kewenangan pihak kepolisian sebagai penegak hukum dan bukan yurisdiksi presiden untuk menyelesaikannya.

"Presiden sebagai lembaga eksekutif tidak bisa melakukan intervensi terhadap kasus itu, jadi sekali lagi ini adalah proses hukum yang berjalan di pihak kepolisian," kata Antoni saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (1/10).


Hal itu ia sampaikan untuk merespon pernyataan Novel yang meminta Jokowi mengambil alih penanganan kasus penyiraman air keras, setelah proses yang dilakukan Polri belum membuahkan hasil.

Melihat hal itu, Antoni menegaskan bahwa presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tak berwenang ikut campur dalam persoalan hukum.

Oleh karenanya, ia meminta agar masyarakat dapat mempercayakan ataupun mendesak langsung pihak Kepolisian agar kasus itu dapat cepat menemui titik terang.

"Nah saya kira yang perlu dilakukan sekarang ini adalah menegakkan institusi lain yakni kepolisian melaksanakan penegakan hukum," kata dia.

Selain itu, Antoni menyataka pihaknya tak takut apabila elektabilitas Jokowi merosot akibat kasus itu belum menemukan titik terang. Sebab, kata dia, Jokowi sendiri memiliki komitmen besar untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Sebagai contoh, banyak kader-kader sesama partai koalisinya yang ditangkap KPK belakangan ini tanpa intervensi atau perlindungan darinya.

"Apakah ada misalkan Pak Jokowi karena tersangka itu bagian dari partai koalisi kemudian diproteksi? tidak. kemudian KPK tetap menangkapnya," kata dia.

Menurutnya, KPK tetap kuat saat ini dikarenakan tetap berjalan sesuai regulasi dan tak ada intervensi langsung dari penguasa.

Ia melihat saat ini KPK tetap bekerja dengan baik bahkan dapat terus menerus menangkap para koruptor 'kelas berat'.

"Kemarin juga ada Wakil Ketua DPR yang jadi tersangka itu kan juga bagian dari sebuah proses yang juga tidak bisa diintervensi oleh Pak Jokowi," tandasnya.

(rzr/arh)