Dugaan Penipuan, Polisi Periksa Rekening Koran Ahmad Dhani

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 21:52 WIB
Dugaan Penipuan, Polisi Periksa Rekening Koran Ahmad Dhani Ahmad Dhani. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Jawa Timur akan segera memeriksa rekening koran milik musisi Ahmad Dhani Prasetyo, terkait keterlibatan Kader Partai Gerindra itu dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan investasi pembangunan vila di Batu senilai Rp400 juta.

Hal itu dikatakan oleh Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Ruruh Wicaksono.

Menurutnya pemeriksaan rekening koran itu perlu dilakukan demi mengetahui kecocokan aliran dana yang dibayarkan oleh Dhani kepada pelapor.


"Kami akan memeriksa rekening koran (Dhani) untuk mengetahui aliran dana tersebut digunakan untuk apa saja," kata Ruruh kepada awak media, Kamis (1/11).

Rekening koran merupakan ringkasan transaksi keuangan yang telah terjadi pada periode tertentu pada rekening bank yang dimiliki oleh individu atau perusahaan di lembaga keuangan.

Ruruh mengatakan hasil pemeriksaan rekening koran itu juga akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan. Ia menyebutkan, pihaknya juga akan segera memanggil saksi yakni kontraktor yang diperintah Dhani untuk membangun vila tersebut.

"Kami masih menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi, yaitu kontraktor atau tukang yang diminta Dhani bangun villa," katanya.

Selanjutnya, kata Ruruh, hasil pemeriksaan rekening akan disesuaikan dengan keterangan tukang yang bekerja.

"Apa benar pernah dikasih uang Dhani sesaat setelah ditransfer korban," ujar Ruruh.

Sayangnaya, Ruruh mengatakan pemeriksaan rekening koran milik Dhani yang sedianya dilakukan hari ini harus ditunda. Polda Jatim, kata dia masih menunggu perwakilan dari pihak bank untuk datang ke Mapolda.

Ahmad Dhani beberapa waktu lalu sempat mengutarakan kepada media, bahwa kasus penipuan dan penggelapan yang menimpanya adalah berkaitan dengan uang DP konser Dewa 19 semata, bukan investasi pembangunan vila.

Namun, usai diperiksa sebagai saksi, Dhani mengatakan hal yang berbeda. Ruruh menyebut, Dhani mengakui hal tersebut memang untuk investasi vila.

"Bukan (untuk konser). Dia komentar seperti itu di luar, tapi ketika ditanya dia tidak bilang seperti itu. Tidak benar," kata Ruruh.

Ruruh mensinyalir Dhani sempat melakukan upaya pencocokan keterangan dengan pihak yang diduga juga terlibat dalam kasus ini, yakni mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

"Sebelum kita periksa dia kan ke lapas Sidoarjo untuk bertemu Eddy Rumpoko, mungkin dia nanya polisi nanya apa, gitu, makanya datangnya sampai setengah lima sore," kata Ruruh.

Sebelumnya, Ahmad Dhani dilaporkan ke Polda Jatim terkait kasus penipuan dan penggelapan oleh Moh Zaini Ilyas. Korban melapor karena Ahmad Dhani tak mengembalikan uang investasi vila senilai Rp 200 juta.
(frd/ugo)