KNKT Selidiki Kerusakan Lion Air JT610 pada 4 Flight Terakhir

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 04:47 WIB
KNKT Selidiki Kerusakan Lion Air JT610 pada 4 Flight Terakhir Ilustrasi Pesawat Lion Air. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab kerusakan pesawat Lion Air PK-LQP dalam empat penerbangan terakhirnya. Kerusakan terjadi pada airspeed indicator atau penunjuk kecepatan.

Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Nurcahyo Utomo mengatakan, kerusakan airspeed indicator itu didapat setelah pihaknya mengunduh data dari perekam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) milik Lion Air JT610 yang sudah ditemukan.

Lion Air PK-LQP sendiri sebelum jatuh saat terbang menuju Pangkalpinang dari Jakarta, diketahui terbang dari Denpasar menuju Jakarta pada malam sebelumnya.


"Memang kita sudah akui penerbangan dari Denpasar ke Jakarta ada masalah teknis. Ternyata begitu kita buka black boxnya memang yang dimaksud teknis tadi adalah masalah airspeed atau kecepatan dari pesawat," ucap Nurcahyo di Kantor KNKT, Jakarta, Senin (5/11) seperti disiarkan CNN Indonesia TV.

"Ternyata dari data black box itu, dua (penerbangan) sebelum Denpasar pun juga mengalami (kerusakan airspeed indicator)," tambah dia.

Selain penyebab kerusakan airspeed indicator, Nurcahyo menambahkan, KNKT juga akan meneliti lebih jauh bagaimana pilot menerbangkan PK-LQP selama mengalami kondisi airspeed indicator bermasalah.

"Kita akan teliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini," jelas Nurcahyo.

Untuk itu, lanjut Nurcahyo, saat ini data-data dari FDR sudah dikumpulkan pihaknya. Terdapat 1.790 paramater pada FDR yang dijadikan bahan penyelidikan. Data-data itu akan dikaji dan dianalisis lebih lanjut.

"Itu pentingnya black box, kalau tanpa black box kita nggak bisa membuktikan kalau ada masalah. Jadi sebelum ada data faktual, KNKT tidak pernah menduga-duga, kami hanya bisa berbicara berdasarkan fakta," kata dia.

Meski demikian tidak ada penjelasan lebih lanjut seberapa signifikan kerusakan airspeed indicator itu terhadap kecelakaan Lion Air PK-LQP. Pun demikian, apakah kerusakan itu menjadi penyebab utama pesawat yang mengangkut 189 orang itu mengalami kecelakaan, juga tidak dijelaskan.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 menit usai lepas landas dari Bandara Soetta, Jakarta, Senin (29/10). Pesawat itu tak pernah sampai di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung usai dipastikan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Saat kecelakaan, pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 itu mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin. (ain/osc)