Beda dengan Prabowo, Ma'ruf Sebut Impor Masih Diperlukan

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 05:32 WIB
Beda dengan Prabowo, Ma'ruf Sebut Impor Masih Diperlukan Ma'ruf Amin tak sependapat dengan sikap Prabowo yang menolak kegiatan impor. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berbeda pandangan dengan Prabowo Subianto yang mengklaim Indonesia bisa tangguh tanpa impor. Ketua Umum MUI nonaktif itu meyakini justru menyebut Indonesia akan kesulitan apabila kebijakan impor bahan-bahan baku kebutuhan tertentu dihentikan.

"Ya saya kira kalau kita masih sulit ya [untuk tidak impor], kita kan masih banyak perlu untuk bahan baku yang masih belum kita [miliki]," kata Ma'ruf saat ditemui di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (6/11).

Mantan Rais Aam PBNU itu mengatakan kebijakan impor di Indonesia masih dibutuhkan asalkan tetap dalam porsi yang proporsional. Ia melihat kondisi Indonesia saat ini masih memiliki kesulitan untuk menyediakan berbagai bahan-bahan baku aneka kebutuhan yang tersedia di dalam negeri.




"Saya kira impor itu kalau yang masih kurang dan kita butuh ya impor tapi tidak berlebihan kan. Jadi harus seimbang aja," kata dia.

Meski begitu, Ma'ruf tak menginginkan apabila kebijakan impor itu dilakukan secara berlebihan. Ia mengatakan agar kebijakan impor dapat dilakukan secara seimbang dengan mempertimbangkan kecukupan bahan baku dalam negeri.

"Kalau yang tidak perlu terus impor, jangan, gitu saja," kata dia.



Di sisi lain, Ma'ruf turut menawarkan program kedaulatan pangan agar Indonesia tak melulu bergantung para impor. Ia berharap ke depannya Indonesia justru menjadi negara eksportir bahan pangan terbesar di dunia.

"Ya penguatan kedaulatan pangan. Pertaniannya diperkuat, berasnya, kebutuhan pokok lain, jagungnya kalau bisa sampai bisa ekspor," harap dia.

Sebelumnya, Prabowo berjanji akan membawa Indonesia berdiri di kaki sendiri dengan melakukan swasembada. Prabowo mengatakan tidak akan melakukan impor baik di bidang pangan, energi hingga air.

"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri!" kata Prabowo dalam Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Dia berjanji membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi. "Kita tidak akan impor apa-apa saudara-saudara sekalian! Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar," kata Prabowo.

Prabowo menjanjikan Indonesia setop impor baik pangan, air, hingga energi. Foto: Tim Prabowo Subianto


Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa janji Prabowo akan menyetop impor komoditas pokok, realistis. Prabowo menjanjikan itu jika terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2019.


Dahnil mengklaim janji yang disampaikan Prabowo masih masuk akal, tidak seperti janji Joko Widodo yang akan menyetop impor saat Pilpres 2014 lalu. Janji Jokowi kala itu dinilai Dahnil tak masuk akal dan bahkan tak ditepati.

Jokowi diketahui pada pilpres empat tahun lalu memang menjanjikan penghentian kebijakan impor pangan jika terpilih sebagai presiden.

"Kami tidak berjanji seperti janji yang tidak masuk akal dan tidak ditepati seperti yang dilakukan Pak Jokowi empat tahun lalu terkait setop Impor," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/11).

(rzr/ain)