Kasus e-KTP, Keponakan Setnov Dituntut 12 Tahun Penjara

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 13:47 WIB
Keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi juga dituntut membayar dendda Rp1 miliar. Jaksa juga menuntut Made Oka Masagung dengan hukuman penjara 12 tahun. Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi dituntut 12 tahun penjara dalam kasus e-KTP. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi dituntut 12 tahun penjara dalam kasus korupsi proyek KTP Elektronik (e-KTP). Kolega Irvanto, Made Oka Masagung juga dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (6/11).

Keduanya dinilai bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) e 1 KUH Pidana.

Jaksa Penuntut Umum menyatakan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Selain pidana 12 tahun, jaksa juga meminta hakim menjatuhkan pidana denda subsiden 6 bulan kurungan.


Pengacara Irvanto, Soesilo Ariwibowo keberatan atas tuntutan jaksa ini. Menurutnya, Irvanto bukan pelaku utama dalam kasus ini, hanya sebagai pengacara.

"Peran pak Irvanto sebagai mana yang dibacakan tadi hanya sebagai perantara, sangat berat tuntutannya." ujar Soesilo.

Hakim Ketua mempersilahkan Irvanto dan Made Oka mengajukan pledoi pada sidang lanjutan yang akan digelar pada 21 November mendatang.
(din/sur)