SBY Akui Politik SARA Menguat Sejak 'Pertarungan' Ahok-Anies

CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 10:35 WIB
SBY Akui Politik SARA Menguat Sejak 'Pertarungan' Ahok-Anies SBY dalam satu acara. (Foto: CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan politik Indonesia berubah dengan peningkatan arus politik identitas.

Hal itu disampaikan SBY dalam pidato saat memberikan pembekalan calon legislator dari Partai Demokrat. Dia menuturkan perubahan politik terjadi sejak 2017.

"Saya berani mengatakan politik kita telah berubah. Makin mengemukanya politik identitas atau SARA, dan politik yang sangat dipengaruhi ideologi," katanya di Jakarta, Sabtu (10/11).



SBY menuturkan identitas atau etnis kedaerahan memang selalu menyertai politik dan tak bisa dipisahkan. Diketahui, Pilkada DKI Jakarta merupakan kompetisi antara duet Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pada akhir 2016, sejumlah aksi dilakukan kelompok Islam terkait dengan penolakan terhadap kepemimpinan Ahok. Aksi itu juga dipicu ucapan mantan gubernur DKI Jakarta itu soal Al Maidah.


Sejumlah kritik menyatakan kemenangan Anies di Pilkada DKI Jakarta pada 2017, tak lepas dari aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok Islam. Demo dikenal dengan Aksi Bela Islam 411, 212 hingga 313.

Mencegah Politik Identitas

SBY menuturkan jika politik identitas berada di level ekstrem maka politik di Tanah Air akan berbahaya. Oleh karena itu, mantan Presiden itu menyatakan pihaknya menyerukan agar semua pihak mencegah politik identitas menjelang Pilpres 2019.

"Kami berharap Pilpres lebih mengedepankan program dan solusi," kata SBY. "Saya berharap capres dan cawapres untuk tetap menjaga keutuhan dan kerukunan." (din/asa)