Budayawan Pertanyakan Etika Sandi Langkahi Makam Tokoh NU

CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 16:22 WIB
Budayawan Pertanyakan Etika Sandi Langkahi Makam Tokoh NU Calon wakil presiden Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) Nahdlatul Ulam (NU) Candra Malik menyindir calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat berziarah ke makam Kiai Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @candramalik, dia mempertanyakan soal Sandi yang disebutnya melangkahi makam tokoh NU itu.
"Dengan segala hormat, benarkah Anda, Saudara @sandiuno telah melangkahi Maqbarah Kiai Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang ketika berziarah? Mendiang adalah salah satu tokor Islam yang ikut mendirikan Nahdlatul Oelama bersama Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari," demikian tulis Candra.

[Gambas:Instagram]

Dalam video itu tampak Sandi tengah menaburkan bunga di atas makam. Sandi yang mengenakan baju koko berwarna krem dan sarung hijau itu kemudian melangkah untuk menaburkan bunga di kuburan yang berada di sebelahnya.
Dalam video itu juga tampak calon presiden Prabowo Subianto. Namun, Prabowo terlihat memilih untuk memutar sedikit agar tidak melangkahi kuburan.

Dikutip dari nu.or.id, Kiai Bisri Syansuri merupakan pendiri Ponpes Denanyar Jombang. Ia lahir dari keturunan yang memiliki jalur keulamaan di pihak ibunya. Keluarganya menurunkan beberapa orang ulama besar dalam beberapa generasi, seperti Kiai Khalil dari Lasem dan kiai Ma'sum serta Kiai Baidawi dari Tayu.

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai tidak ada niat buruk apapun dari Sandi melangkahi makam tersebut. Dia justru menganggap bahwa tersebarnya video itu bagian dari kampanye hitam atau black campaign.


"Untuk terus menyerang enggak cuma Bang Sandi. Jadi ini terlihat bahwa mereka tidak sanggup lagi berdebat dengan kami soal substansi soal ekonomi ya. Soal pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan dan kepastian harga-harga terjangkau," kata Andre.

(dea/asa)