Ketua DPRD DKI Tak Setuju Penyertaan Modal untuk Stadion BMW

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 01:41 WIB
Ketua DPRD DKI Tak Setuju Penyertaan Modal untuk Stadion BMW Lokasi pembangunan stadion BMW. (CNN Indonesia/Ahmad Bachrain)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi tidak menyetujui keputusan Pemprov DKI yang menunjuk BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun stadion BMW, Jakarta Utara.

Prasetio menyarankan agar kontraktor pembangunan tersebut ditunjuk melalui proses lelang yang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI.

"Saya lepas (serahkan) ke SKPD-nya, Dinas Olahraga lelang nih, kan kita sudah punya kajiannya, gambarnya apa, itu kan pemerintah punya," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/11).


Politikus PDIP itu juga menyebut tidak akan menyetujui usulan Jakpro yang meminta penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,5 triliun pada APBD DKI 2019 untuk membangun stadion BMW.

DPRD DKI, kata Prasetio nantinya hanya akan menyetujui pengajuan PMD Jakpro untuk pembangunan proyek LRT fase dua.

"Enggak akan saya kasih (untuk stadion BMW). Saya kasih cuma untuk LRT karena LRT harus nyambung, nanti jadi tengkorak monorel lagi (jika tidak dilanjutkan)," tuturnya.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pembangunan stadion BMW membutuhkan dana mencapai sekitar Rp4,5 miliar.
Jakpro memang ditugaskan Pemprov DKI Jakarta untuk stadion tersebut. Anggaran pembangunan stadion BMW itu berasal dari PMD dan investor melalui skema public private partnership.

Pada tahun pertama pembangunan, Jakpro meminta PMD sekitar Rp 1,5 triliun dari APBD DKI 2019.

"Nanti di BMW enggak murni PMD, kita akan bentuknya public private partnership biar lebih efisien dan profitable ke depannya," kata Dwi.

Rencananya, Stadion BMW dibangun selama tiga tahun, mulai 2019 hingga 2021. Tahun pertama, pembangunan stadion memerlukan biaya Rp 1,68 triliun dengan target pembangunan 35 persen.

Jakpro kemudian menargetkan progres pembangunan mencapai 85 persen pada tahun kedua. Kemudian, Jakpro membutuhkan dana Rp 2,18 trilliun untuk menggarap 50 persen pembangunan di tahun kedua itu. Penyelesaian pembangunan akan dikerjakan di tahun terakhir dengan alokasi dana Rp 684 miliar.

Stadion BMW juga diklaim akan dilengkapi dengan gedung multifungsi, sehingga stadion dapat dipakai untuk kegiatan lain di luar olahraga seperti eksibisi, acara kesenian, hingga konser musik.
(ugo/ugo)