Gojek Prioritaskan Tiga Tuntutan, Pengemudi Sorot Eksploitasi

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 02:10 WIB
Gojek Prioritaskan Tiga Tuntutan, Pengemudi Sorot Eksploitasi Manajemen PT Gojek Indonesia memprioritaskan tiga dari sembilan tuntutan aksi para pengemudi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen PT Gojek Indonesia memprioritaskan tiga dari sembilan tuntutan para pengemudi yang tergabung di komunitas Aliansi Nasional Driver Online (Aliando).

Tiga hal tersebut terkait pengaktifan kembali akun pengemudi yang disuspensi (open suspend), tarif dan pemberian uang intensif atau bonus, serta perbaikan komunikasi antara manajemen dengan pengemudi.

"Kami sambut baik kalau selalu ada aspirasi mitra. Aliando ada sembilan tuntutan utama, semangatnya sama kami di Gojek dan mitra di jalan yaitu menjaga keberlangsungan pendapatan mereka di jalan," kata Vice President Corporate Affairs Gojek Michael Say usai menemui pengemudi yang berunjuk rasa di depan Kantor Gojek, Blok M, Jakarta Selatan pada Selasa (13/11).



Dia pun menerangkan langkah yang akan ditempuh manajemen terhadap tiga poin tuntutan yang diprioritaskan tersebut. Pertama, pihaknya akan melakukan perbaikan sistem lebih dahulu agar proses suspensi akun pengemudi dapat lebih transparan.

Michael berkata, pihaknya tidak akan melakukan proses pemutihan atau pengaktifan kembali akun pengemudi yang disuspensi secara massal karena suspensi diberikan terhadap akun-akun yang dinilai melakukan pelanggaran, seperti tindak kejahatan atau kecurangan.

Selanjutnya, pihaknya akan membangun pemahaman yang sama dengan para pengemudi tentang tarif dan pemberian uang intensif atau bonus. Menurutnya, pengemudi harus memahami bahwa pihaknya juga tergantung pada keberlangsung perusahaan dalam pemberian bonus kepada pengemudi.

Gojek Soroti Tiga Tuntutan, Pengemudi Merasa DieksploitasiDemonstrasi pengemudi Gojek. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Michael juga berkata, Gojek telah menerapkan tarif terbaik di pasar penyedia jasa layanan transportasi daring saat ini.

"Jadi mesti ada pemahaman mitra bahwa poin adalah bonus yang diberikan perusahaan, bukan tidak mendengarkan kami. Oke kalau ada poin yang harus didengarkan dari (pengemudi), kami akan lakukan penyesuaian," katanya.

Terakhir, terkait komunikasi. Michael berkata pihaknya telah mengintensifkan hal ini dengan menyelenggarakan pertemuan bertajuk 'kopi darat' yang diselenggarakan selama seminggu penuh selama dua pekan sekali.


Dalam kegiatan tersebut, pihaknya selalu menyampaikan berbagai kebijakan yang telah diambil manajemen dan mendengarkan masukan dari pengemudi. Dengan adanya kegiatan tersebut, lanjut Michael, pengemudi tidak perlu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor seperti yang dilakukan pada hari ini.

"Setiap dua minggu selama seminggu penuh ada namanya 'Kopdar' (kopi darat). Jadi tidak hanya ketemu mereka dari aplikasi, manajemen duduk bareng dengan mitra dan kami tidak hanya menyampaikan policy tapi kami mendengarkan juga," ujar dia.
Gojek Soroti Tiga Tuntutan, Pengemudi Merasa DieksploitasiAksi unjuk rasa pengemudi Gojek. (CNN Indonesia/Bintoro Agung)
Berburu Poin

Terpisah, Koordinator Aliando April Baja mengatakan hal terpenting dalam tuntutan pihaknya kali ini ialah terkait pengembangan sumber daya manusia pengemudi. Dia berkata, para pengemudi merasa dieksploitasi oleh manajemen karena orientasi kerja telah melenceng ke arah memburu poin.

"Teman-teman cari poin bukan uang. Ini yang salah dan mau kami kembalikan. Pandangan tentang poin akhirnya melenceng jadi kemungkinan terjadi (kecurangan). Ini enggak benar, (seharusnya) semangatnya berguna bagi anak bangsa," ucap April.


Menurutnya, penerapan aturan 19 poin untuk mendapatkan uang intensif atau bonus yang berlaku saat ini tidak benar karena bisa memaksa penegemudi untuk bekerja hampir 19 jam per hari.

"19 poin equal-nya satu jam satu poin, (jadi) 19 jam kerja negara mana yang mengizinkan 19 jam kerja," ucapnya.

April pun berkata pihaknya akan mengawal hasil pertemuan dengan manajemen Gojek ini. Ia pun berharap proses perbaikan terhadap tiga poin yang diprioritaskan akan disampaikan oleh manajemen kepada pengemudi lewat kegiatan 'kopi darat' secara intensif.

"Kopi darat ini juga harus diperbaiki manajemennya supaya berimbang dan adil, informasi sampai di bawah. Kasihan teman-teman yang tidak di komunitas hanya ikut aturan yg ada, padahal aturan itu dirasa memberatkan," ujar April.

Gojek Soroti Tiga Tuntutan, Pengemudi Merasa DieksploitasiDemonstrasi pengemudi Gojek. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Sebelumnya, Ratusan orang yang tergabung dalam Aliando menggelar aksi unjuk rasa di depan penyedia jasa transportasi berbasis daring (online), Gojek, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (13/11) sejak sekitar pukul 12.15 WIB.

Rencananya, massa pengemudi taksi dan ojek online itu juga akan melanjutkan aksinya ke kantor penyedia jasa transportasi lainnya, Grab, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Massa yang datang dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) ini menyampaikan sembilan tuntutan terkait perbaikan sistem kerja dan kerja sama dengan perusahaan penyedia jasa transportasi daring.

(mts/pmg)