Tak Diusir, PKL Tanah Abang Sebut Era Anies Lebih Nyaman

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 18:38 WIB
Tak Diusir, PKL Tanah Abang Sebut Era Anies Lebih Nyaman PKL di kawasan Tanah Abang, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di pasar Tanah Abang mengaku lebih nyaman berjualan pada masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, tak ada penertiban yang dilakukan tanpa kompromi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, rencana pemindahan PKL ke Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge dipertanyakan.

Fathur, pedagang di kawasan Blok G Tanah Abang, mengaku keadaan pasar lebih aman. Ia juga merasa era Anies lebih menguntungkan karena tak khawatir ada Satpol PP datang ke pasar memintanya membereskan dagangannya seperti dulu.

"Justru [sekarang] lebih nyaman. Kalau dulu kita dagang deg-degan mulu," ucap dia, ditemui di lokasi dagangannya, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).


Rohimah, perempuan yang sudah berdagang di kawasan Tanah Abang selama 15 tahun, mengaku masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih berpihak kepada rakyat seperti dirinya.

"Kalau dirasain sekarang saya bilang kalau untuk pedagang bagus Pak Anies," ujarnya.

Ia mengaku pernah rugi lebih dari Rp30 juta karena pengusiran yang dilakukan oleh Satpol PP yang hendak merapikan jalan di masa DKI Jakarta dipimpin oleh Joko Widodo atau Jokowi.

Konstruksi skybridge Tanah Abang, Jakarta (14/10).Konstruksi skybridge Tanah Abang, Jakarta (14/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Dulu di sana kan dibongkar enggak ada toleransi. Ini kerugian di sini berapa juta. Kena saya dibongkar enggak diganti rugi lebih dari Rp30 juta rugi uang ibu," ujarnya mengeluh.

Isah, pedagang di kawasan Blok G, khawatir PKL yang akan dipindahkan ke skybridge keberatan dengan biaya yang harus dibayarkan untuk berdagang di sana.

"Kalau buat pedagang kaki lima itu nebusnya dan biayanya gimana? Mereka kan kadang buat makan aja enggak tahu," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk segera membenahi kawasan Tanah Abang yang disebutnya kembali kumuh.

Menurut Prasetio kawasan Tanah Abang merupakan salah satu ikon Indonesia sehingga penataannya pun harus dilakukan secara serius.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Adi Ariantara mengakui ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan kawasan Tanah Abang.

Adi mengaku selama ini pihaknya terus berupaya untuk menata para pedagang, namun para pedagang tersebut memang selalu meluap ke jalanan maupun trotoar.

Salah satu solusi untuk menata kawasan Tanah Abang adalah dengan memindahkan para pedagang ke skybridge. Ia menilai pemindahan itu mendapat tanggapan baik dari para pedagang.

Nantinya, lanjut dia, akan ada 446 kios yang disediakan bagi para pedagang untuk berjualan di skybridge. Para pedagang itu diharuskan membayar service charge sejumlah Rp500 ribu per bulan untuk biaya kebersihan, keamanan, dan penerangan.

(ani/arh)