Fathur, pedagang di kawasan Blok G Tanah Abang, mengaku keadaan pasar lebih aman. Ia juga merasa era Anies lebih menguntungkan karena tak khawatir ada Satpol PP datang ke pasar memintanya membereskan dagangannya seperti dulu.
"Justru [sekarang] lebih nyaman. Kalau dulu kita dagang deg-degan mulu," ucap dia, ditemui di lokasi dagangannya, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dirasain sekarang saya bilang kalau untuk pedagang bagus Pak Anies," ujarnya.
Konstruksi skybridge Tanah Abang, Jakarta (14/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Isah, pedagang di kawasan Blok G, khawatir PKL yang akan dipindahkan ke skybridge keberatan dengan biaya yang harus dibayarkan untuk berdagang di sana.
"Kalau buat pedagang kaki lima itu nebusnya dan biayanya gimana? Mereka kan kadang buat makan aja enggak tahu," ujar dia.
Menurut Prasetio kawasan Tanah Abang merupakan salah satu ikon Indonesia sehingga penataannya pun harus dilakukan secara serius.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Adi Ariantara mengakui ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan kawasan Tanah Abang.
Adi mengaku selama ini pihaknya terus berupaya untuk menata para pedagang, namun para pedagang tersebut memang selalu meluap ke jalanan maupun trotoar.
Salah satu solusi untuk menata kawasan Tanah Abang adalah dengan memindahkan para pedagang ke skybridge. Ia menilai pemindahan itu mendapat tanggapan baik dari para pedagang.
Nantinya, lanjut dia, akan ada 446 kios yang disediakan bagi para pedagang untuk berjualan di skybridge. Para pedagang itu diharuskan membayar service charge sejumlah Rp500 ribu per bulan untuk biaya kebersihan, keamanan, dan penerangan.
(ani/arh)
Konstruksi skybridge Tanah Abang, Jakarta (14/10). (