Megawati Mengaku Belum Pernah Dengar Program Prabowo-Sandi

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 21:14 WIB
Megawati Mengaku Belum Pernah Dengar Program Prabowo-Sandi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir program kerja Prabowo-Sandiaga. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku belum pernah mendengar program yang ditawarkan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Saat berpidato dalam acara pembukaan pembekalan caleg DPR PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Mega berkata kubu Prabowo-Sandiaga lebih banyak melempar kritik ketimbang program.

"Saya bilang kenapa di pihak sana tidak juga mengatakan 'program saya adalah ini'. Saya belum pernah dengar lho, apa yang akan dilakukan, menjalankan program seperti apa, saya tidak tahu," ujar Megawati, Kamis (15/11).


Megawati juga menyinggung kubu Prabowo-Sandiaga yang dinilainya meniru strategi kampanye Donald Trump saat bertarung di Pilpres AS 2016 silam.

Ia menganggap strategi itu berbahaya karena Trump membuat kebenaran sebagai angin lalu.

Trump, kata dia, menyuruh orang percaya terhadap suatu hal yang belum tentu kebenarannya.

"Terus ini mau meniru Trump. Ketika Trump terpilih saya sudah bilang 'waduh gawat nih kalau Amerika kayak begini'. Yang disebut-sebut post-truth, sebuah kebenaran yang sepertinya lewat begitu saja," ujarnya.

Presiden ke-5 RI itu mengatakan dampak dari strategi politik yang dimainkan Trump telah mengubah wajah politik Amerika dalam dua tahun terakhir.

"Secara politik Amerika ini sekarang cepat berubah, belum ada 2 tahun. Kenapa? Tidak bisa gaya seorang pemimpin itu sekarang, di mana pun, tidak bisa tidak menyentuh nurani rakyatnya," ujar Megawati.

Atas hal itu, Megawati mengimbau kader PDIP untuk memberi pencerahan kepada rakyat yang menurutnya kerap dibodohi. 

"Kebenaran itu selalu datangnya belakangan. Masa kita mau seperti itu, rakyat kita dibohongi terus, tidak diberi pelajaran yang bermanfaat," ujarnya.

"Pilihan terserah, tapi yang benar jangan asal ikut-ikutan membawa kalau di Indonesia. Saya tidak tahu kalau di tempat lain, tapi kalau di Indonesia maka yang harus dilakukan adalah sesuai ke-Indonesiaan kita," tutur Megawati. (jps/wis)