Tanah Abang Kumuh, Jokowi Disebut Tak Berani Ajak Tamu Lagi

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 17:35 WIB
Tanah Abang Kumuh, Jokowi Disebut Tak Berani Ajak Tamu Lagi Presiden Jokowi saat mengajak pendiri Facebook Mark Zuckerberg berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, 2014. (SAFIR MAKKI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk segera membenahi kawasan Tanah Abang yang disebutnya kembali kumuh.

Hal itu disampaikan saat menghadiri rapat komisi B DPRD di Gedung DPRD DKI, Senin, (12/11).

Menurut Prasetio kawasan Tanah Abang merupakan salah satu ikon Indonesia sehingga penataannya pun harus dilakukan secara serius.


"Saya minta konsentrasi sekali di daerah Jakarta Pusat karena pasar Tanah Abang adalah ikon Indonesia, UMKM ya," kata Prasetio.

Prasetio menilai saat ini kondisi Tanah Abang kembali menjadi kumuh. Hal itu, lanjutnya, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lagi mau mengajak tamunya untuk berkunjung ke pasar grosir itu.

"Sekarang presiden enggak berani [mengajak tamu ke Tanah Abang] karena kekumuhan itu," kata Prasetio.

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, di gedung Filateli, Jakarta, 16 Agustus.Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, di gedung Filateli, Jakarta, 16 Agustus. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jokowi diketahui beberapa kali mengajak tamu negara untuk berkunjung ke Tanah Abang. Di antaranya, pendiri Facebook Mark Zuckerberg hingga Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Terakhir, Jokowi juga sempat mengajak bos Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde berkunjung ke Pasar Blok A Tanah Abang pada 26 Februari 2018.

Selain faktor kumuh, Prasetio menyebut ada kekhawatiran semakin parahnya kemacetan jika Jokowi berkunjung di Tanah Abang.

"Beliau [Jokowi] juga kalau masuk ke situ, akhirnya menghambat ke mana-mana dan kemacetan ada di mana-mana," ucapnya.

Lebih dari itu, Prasetio juga meminta agar seluruh pihak yang berkaitan dengan penataan kawasan Tanah Abang bisa berkoordinasi satu sama lain. Misalnya saja koordinasi antara Dinas UMKM dengan Satpol PP soal penataan pedagang Tanah Abang.

Apalagi, sambung Prasetio, penataan pedagang di Jalan Jatibaru yang rencananya dipindahkan ke atas Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge juga belum jelas. Ia mempertanyakan jaminan pemindahan pedagang ke skybridge bisa menghilangkan pedagang yang berjualan di trotoar.

"Nah, bagaimana yang di bawah ini apakah yang di bawah setelah ditertibkan satpol, dia disuruh ke atas, apakah yang di bawah tidak ada? Karena sekarang jadi permasalahan baru, di situ jadi tempat kumuh lagi," tuturnya.

(dis/arh)