Tiga Orang Tewas Akibat Pertikaian Antar-warga di Tolikara

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 17:38 WIB
Tiga Orang Tewas Akibat Pertikaian Antar-warga di Tolikara Ilustrasi wilayah Tolikara. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden pertikaian antar-warga yang terjadi di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua, pada Jumat (16/11) sekitar pukul 05.00 WIT.

Pertikaian ini melibatkan warga dari dua desa berbeda yakni Desa Dogobak, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah dan Desa Apiam, Distik Bokondini, Kabupaten Tolikara.

Selain tiga korban tewas, insiden ini juga mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka.



"Sebanyak tiga orang meninggal dunia dan enam orang luka-luka dalam insiden pertikaian di Distrik Bokondini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal dalam lewat keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (17/11).

Dia menyampaikan, identitas tiga korban tewas itu ialah Pilenus Wanimbo, Atinus Jikwa, dan Batu Karoba. Sementara korban yang mengalami luka-luka adalah Miler Payokwa, Karinus Payoka, Herman Pasang, Windua Jikwa, Baiten Payokwa, serta Peumbuluk Jikwa.

Menurutnya, enam korban tersebut mengalami luka-luka di bagian tubuh yang berbeda-beda setelah terkena panah.

"Ada yang di bagian dada, tangan, dan kaki lukanya," ucap Kamal.

Terkait kronologi kejadian, Kamal menerangkan, berawal saat sejumlah warga Desa Dogobak ingin memasuki Distrik Bokondini pada Kamis (15/11) sekitar pukul 21.15 WIT. Setibanya di Pos GIS (Gidi Intelijen Service) di perbatasan Kelila, warga Desa Dogobak pun diperiksa oleh anggota GIS.

Dalam pemeriksaan, sempat terjadi perselisihan yang berujung pada tindak pemukulan yang dilakukan anggota GIS terhadap warga Desa Dogobak.


Keesokan harinya, tepatnya pukul 05.00 WIT, warga Desa Dogobak yang tidak terima tindakan anggota GIS itu melakukan aksi balasan dengan menyerang Pos GIS hingga mengkibatkan tiga orang tewas dan enam orang-orang mengalami luka-luka.

Menyikapi inisiden ini, Kamal mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis. Saat ini, kata Ahmad, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Pihaknya juga mengharapkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan di Tolikara.

"Kepolisian telah melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak yang bertikai, melakukan patroli, melakukan pengamanan, mengevakuasi korban ke rumah sakit dan membuat laporan polisi," ujar Kamal. (mts/stu)