Akibat dari tanah ambles itu sebanyak enam kepala keluarga dengan total 21 orang terpaksa mengungsi di tenda pengungsian yang dibangun di lapangan tak jauh dari lokasi kejadian.
"Belum (ada solusi)," tutur Anies di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka itulah saya enggak mau terburu-buru, makanya akan lihat nanti kebutuhannya apa," ujarnya.
"Yang penting sekarang mereka punya tempat tinggal sementara dulu," ujar dia.
Sebelumnya, Anies menyatakan akan melakukan evaluasi dulu prosedur pengerukan sungai yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pasalnya tanah ambles itu diduga diakibatkan oleh proses pengerukan sungai yang dilakukan terlalu ke pinggir.
"Ini akan menjadi bagian dari koreksi untuk lebih hati-hati di dalam kegiatan-kegiatan SDA," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (19/11).
Namun, tak berselang lama terjadi tanah longsor dengan jarak kurang lebih 50 meter dari rumah warga yang saat ini telah ambles. Peristiwa tanah ambles itupun disebut bukan kali pertama terjadi. (dis/osc)