Anies Belum Punya Solusi untuk Korban Rumah Ambles di Ancol

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 19:54 WIB
Anies Belum Punya Solusi untuk Korban Rumah Ambles di Ancol Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku masih belum memiliki solusi bagi korban tanah ambles di kawasan bantaran Kali Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Akibat dari tanah ambles itu sebanyak enam kepala keluarga dengan total 21 orang terpaksa mengungsi di tenda pengungsian yang dibangun di lapangan tak jauh dari lokasi kejadian.

"Belum (ada solusi)," tutur Anies di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (19/11).


Anies menuturkan pihaknya mesti lebih dulu melakukan pengecekan soal status tanah milik korban yang ambles tersebut, apakah legal atau tidak. Selain itu, juga perlu dilihat soal perencanaan tata ruang di lokasi tersebut.

"Maka itulah saya enggak mau terburu-buru, makanya akan lihat nanti kebutuhannya apa," ujarnya.

Selain itu, Anies juga masih belum memutuskan apakah akan memberikan hunian baru bagi para korban atau tidak. Yang jelas para korban sementara ini tinggal di tenda pengungsian.

"Yang penting sekarang mereka punya tempat tinggal sementara dulu," ujar dia.

Sebelumnya, Anies menyatakan akan melakukan evaluasi dulu prosedur pengerukan sungai yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Pasalnya tanah ambles itu diduga diakibatkan oleh proses pengerukan sungai yang dilakukan terlalu ke pinggir.

"Ini akan menjadi bagian dari koreksi untuk lebih hati-hati di dalam kegiatan-kegiatan SDA," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (19/11).

Camat Pademangan Mumu Mujahid menjelaskan pengerukan sungai tersebut telah dilakukan sejak pertengahan Oktober lalu. Saat itu, kata Mumu, Dinas SDA melalukan perbaikan dan pengerukan sungai untuk antisipasi banjir.

Namun, tak berselang lama terjadi tanah longsor dengan jarak kurang lebih 50 meter dari rumah warga yang saat ini telah ambles. Peristiwa tanah ambles itupun disebut bukan kali pertama terjadi. (dis/osc)