Pembunuhan Pemandu Lagu Diduga Terkait Penggelapan Uang Tip

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 04:57 WIB
Pembunuhan Pemandu Lagu Diduga Terkait Penggelapan Uang Tip Rumah kos di Mampang, Jakarta Selatan, yang merupakan tempat tinggal korban pembunuhan, CIP, pada Rabu (21/11). (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembunuhan perempuan pemandu lagu di karaoke berinisial CIP disebut terkait dengan faktor ketersinggungan setelah korban menilap uang tip yang harusnya diberikan kepada salah satu terduga pelaku.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan keberangkatan YAP dan R ke Jambi diduga untuk melarikan diri pasca pembunuhan dilakukan terhadap CIP.

"Sementara memang posisi saat mereka kita tangkap sudah menjauh, ada upaya untuk melarikan diri, tetapi ini akan kami dalami terus akan diperiksa lebih lanjut lagi di sini," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/11).


Indra menjelaskan dugaan penyebab pembunuhan itu dilakukan karena rasa tersinggung yang dialami oleh R. Salah satu masalahnya adalah soal uang tips dari pengunjung karaoke yang diduga diambil sebagian oleh CIP tanpa izin R.

R dan CIP diketahui bekerja sebagai pemandu lagu karaoke di salah satu tempat karaoke yang sama. Keduanya pun diketahui memiliki hubungan pertemanan.

"Korban ini adalah bekerja di salah satu tempat hiburan sebagai pemandu lagu kemudian salah satu pelanggan ada yang menitipkan uang saat ini masih kita dalami, kemudian uang tersebut ketika diminta oleh salah satu pelaku (R) tidak utuh lagi," tuturnya.

"Sehingga terjadi ketesinggungan, cek-cok, pada saat itu dan terjadilah kejadian itu namun ini baru berdasarkan pengakuan kita akan dalami berdasarkan fakta-fakta yang ada alat bukti," tuturnya.

Namun, Indra mengaku pihaknya masih harus menggali keterangan kepada dua pelaku tersebut. Saat ini keduanya masih berada di Jambi.

Selain itu, Indra mengaku akan menggali keterangan dari pihak yang memberikan uang tip kepada CIP.

Dari hasil autopsi, Indra mengatakan terdapat luka yang disebabkan oleh benda tumpul yang diduga palu. Barang bukti yang telah diamankan oleh polisi itu ditemukan di kamar kos tempat tinggal CIP.

"Kalau kita lihat sementara memang ada luka yang disebabkan oleh benda tumpul dan barang itu pun sudah kami sita. Di kepala bagian belakang ada bekas pukulan benda tumpul itu yang membuat sampai yang bersangkutan meninggal," tuturnya.

(gst/arh)