Soal Air Laut Akan Sampai HI, Anies Mengaku Siapkan Program

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 07:20 WIB
Soal Air Laut Akan Sampai HI, Anies Mengaku Siapkan Program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mau berkomentar soal prediksi yang disampaikan oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Prabowo diketahui menyampaikan sebuah prediksi yang menyebut air laut dari pesisir Jakarta di kawasan Tanjung Priok akan sampai ke Bundaran Hotel Indonesia pada 2025 mendatang. 
"Saya enggak berkomentar soal ramalan," kata Anies di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/11) malam.

Anies menyebut yang menjadi tugasnya adalah menyiapkan program yang telah disusun oleh pemerintah pusat untuk mengantisipasi kenaikan air laut tersebut.


Meski begitu, Anies mengakui tanah di kawasan pesisir utara Jakarta memang mengalami penurunan yang serius. Karenanya, pemerintah telah menyiapkan program pembangunan tanggul pantai atau NCICD sebagai langkah antisipasi.

"Itu akan kita teruskan, kita akan tuntaskan, harapannya untuk menjaga, mengamankan," ujarnya.

Selain menyiapkan tanggul pantai, sambung Anies, yang perlu menjadi perhatian adalah soal pengambilan air tanah yang semakin masif dilakukan. Sebab, ia menilai, pengambilan air tanah tersebut menjadi salah satu faktor penurunan tanah.

"Selama pengambilan air tanah itu terus dilakukan, dan air tidak dimasukkan ke dalam tanah juga, maka kita akan merasakan penurunan," tuturnya.

Untuk mengatasi hal itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah menyiapkan program drainase vertikal
"Sekarang kita masif menyiapkan untuk drainase vertikal," ucap Anies.

Namun, hingga kini Anies belum pernah menyampaikan secara rinci soal program vertikal drainase tersebut. Ia sempat menjanjikan program itu akan direaliasikan pada akhir November ini.

Drainase vertikal diketahui merupakan salah satu janji kampanye Anies pada kampanye Pilkada DKI 2017 silam.

Sebelumnya, Prabowo memprediksi soal kenaikan air laut itu setelah mengamati kondisi iklim di dunia yang semakin rusak. Bahkan dampak kerusakan itu sudah mulai bisa dirasakan di Indonesia. 
Ia menuturkan akibat perubahan iklim, permukaan air laut semakin naik karena mencairnya es di Kutub Utara. Kenaikan air laut ini diperkirakan bertambah 50 cm per tahun. (dis/dea)