Prabowo Janjikan Perbanyak Sekolah Kejuruan Sesuai Geografis

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 13:14 WIB
Prabowo Janjikan Perbanyak Sekolah Kejuruan Sesuai Geografis Jubir BPN Prabowo-Sandi menyatakan pihaknya berhasrat mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah kejuruan sesuai karakter demografis dan geografis. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal memperbanyak dan memperkuat sekolah menengah kejuruan (SMK) sesuai dengan karakter demografis dan geografis Indonesia sebagai negeri agraris dan maritim.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Siane Indriani. Menurut dia, hal itu didasari Prabowo yang sedih melihat realita dalam kehidupan anak muda Indonesia.

"Pak Prabowo ingin mengembangkan dan meningkatkan kualitas sekolah-sekolah kejuruan dalam bidang keahlian yang sesuai karakter demografis dan geografis Indonesia sebagai negeri agraris dan maritim," kata Siane kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).


"Seperti bidang keahlian pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan kemaritiman, termasuk revitalisasi balai-balai latihan kerja," ujarnya.


Saat berpidato dalam acara Indonesia Economic Forum kemarin, Prabowo menyinggung meme soal perjalanan hidup anak muda Indonesia. Meme yang dimaksud Prabowo adalah meme topi dimulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMA, tetapi setelah SMA topinya berubah menjadi helm berwarna hijau yang biasa digunakan pengemudi ojek daring.

"Saya sedih dengan realita yang ada, seperti di meme yang ada di internet terkait jalan karier anak muda di Indonesia. Dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih tapi itulah realitas," kata Prabowo kemarin.

Siane melanjutkan langkah awal yang diambil Prabowo-Sandi dalam menguatkan SMK itu dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas para guru.

Prabowo-Sandi juga, katanya, akan mengangkat guru honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN), dan meningkatkan kulitas guru dengan pelatihan terus-menerus.

Selain itu, kata Siane, Prabowo-Sandi bakal merevitalisasi fasilitas pendidikan di seluruh sekolah, termasuk SMK untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sementara untuk peserta didik, pasangan yang diusung Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Partai Berkarya itu mewajibkan belajar 12 tahun.

"Meningkatkan kuantitas dan kualitas guru serta merealisasikan wajib belajar dua belas tahun," ujarnya.

Prabowo Akan Perbanyak Sekolah Kejuruan Sesuai GeografisSiswa SMK merupakan pelajar menengah atas yang disiapkan untuk bisa langsung terjun ke lapangan kerja setelah lulus. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sebelum Prabowo-Sandi berjanji, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan perhatian pada sekolah kejuruan.

Lawan politik Prabowo dalam dua pilpres beruntun itu pun telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dalam Inpres itu, Jokowi di antaranya memberikan penugasan khusus kepada 11 kementerian/lembaga, di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian yang dipimpin Muhadjir Effendy itu diminta membuat peta jalan pengembangan SMK, menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match), meningkatkan jumlah dan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK.

Kemudian meningkatkan kerja sama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha/industri, meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK dan akreditasi SMK; dan membentuk Kelompok Kerja Pengembangan SMK.

Prabowo Akan Perbanyak Sekolah Kejuruan Sesuai GeografisMuhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad menyebutkan empat poin yang menjadi fokus revitalisasi SMK yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016. Keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, kerja sama, dan lulusan.

Hamid mengatakan, kurikulum untuk jenjang SMK sering dianggap kaku oleh berbagai kalangan. Akibatnya, sulit untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang siap dipakai oleh dunia usaha dan industri. Dengan revitalisasi ini, dari tiga kurikulum di SMK ada satu kurikulum yang dirancang lebih fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

"(Kurikulum) ini yang akan menyebabkan konsep link and match yang dulu diluncurkan Pak Wardiman akan membumi di industri kita," kata Hamid dikutip dari situs Kemendikbud.

Kementerian itu juga mengeluarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 06/D.D5/KK/2018 tentang Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).

Dalam aturan itu pemerintah membagi sembilan bidang keahlian untuk SMK, di antaranya bidang teknologi dan rekayasa, energi dan pertambangan, teknologi informasi dan komunikasi.

Kemudian kesehatan dan pekerjaan sosial, agribisnis dan agroteknologi, kemaritiman, bisnis dan manajemen, pariwisata, serta seni dan industri kreatif. Masing-masing bidang keahlian itu dibagi kembali ke dalam program keahlian dan kompetensi atau konsentrasi keahlian.


Perombakan Sistem Pendidikan di Indonesia

Dalam rapat terbatas kemarin, Jokowi mengatakan akan melakukan perombakan sistem pendidikan secara besar-besaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Jokowi, pembangunan manusia harus ditingkatkan setelah pemerintah selama ini fokus membangun dan meningkatkan infrastruktur serta konektivitas di daerah.

Jokowi berpendapat kualitas SDM dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem pendidikan dan revitalisasi pendidikan vokasi (kejuruan) yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Hal-hal itu disebut Jokowi telah dilakukan dalam empat tahun terakhir tetapi belum maksimal. Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan pencari kerja dan pekerja melalui pelatihan vokasi serta program sertifikasi.

"Kita harus bisa menjadikan 260 juta penduduk Indonesia menjadi kekuatan besar negara kita. Bukan hanya untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi tetapi juga mengejar kemajuan bersama," kata Jokowi kemarin.

Merujuk data Kemendikbud tahun 2017/2018, jumlah SMK di seluruh wilayah Indonesia mencapai 13.710, dengan rincian 3.519 SMK negeri dan 10.190 SMK swasta. Jumlah siswa SMK sebanyak 4,9 juta orang, dengan siswa baru yang masuk sebanyak 1,7 juta orang.

(fra/kid)