BSSN Sebut Tiap Tahun Jutaan Serangan Siber Gempur Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 05:20 WIB
BSSN Sebut Tiap Tahun Jutaan Serangan Siber Gempur Indonesia Serangan siber. Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Marsma TNI Asep Chaerudin menyatakan Indonesia digempur jutaan serangan siber tiap tahun. Pemerintah diakui tidak bisa memastikan keamanan 100 persen bagi server siber di Indonesia, karena ancaman datang baik dari dalam maupun luar negeri.

"Jutaan (ancaman)," kata Asep di Jakarta, Kamis (22/11).

Asep menyebut bentuk ancaman siber yang masuk bisa melalui Dos, Malware hingga Trojan. Serangan juga didetekasi menyerang berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, keamanan, hingga sektor ekonomi.


"Tujuannya menyasar sektor politik Indonesia. Indonesia menjadi sasaran empuk sasaran ancaman siber," kata Asep menegaskan.



Menurutnya, Indonesia sejatinya punya dua potensi di dunia siber. Baik sebagai pengancam ataupun posisi diancam. Ini lantaran Indonesia memiliki basis banyak sebagai pengguna internet: 143 juta pengguna.

Perlu menjadi kewaspadaan, kata Asep, yakni perhelatan besar Indonesia pemilihan umum (pemilu) pada 2019. Menurutnya, ada kecenderungan lawan politik menggunakan siber untuk menjatuhkan lawan atau kepentingan lainnya.

"Kemudian pengalihan dari kebijakan politiknya, kemudian merusak dari nama baik dari lawan politik, hal-hal seperti itulah yang umum seperti itu," tegas dia.



Pemerintah pun bekerja sama dengan sejumlah komunitas dan penyedia layanan internet hingga media sosial untuk mencegah ancaman siber tersebut. Setiap ancaman baik besar dan kecil bakal menjadi wanti-wanti bagi pemerintah.

"Kita berusaha untuk mengamankan.Tapi tidak ada yang bisa menjamin 100% bahwa di dunia ini dengan teknologi apapun bisa menjamin keamanannya itu. Tetapi kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan pemilu ini," tutup Asep. (ctr/ain)