Polisi Cari Pria Pemberi Uang Tip Pemicu Pembunuhan Mampang

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 17:58 WIB
Polisi Cari Pria Pemberi Uang Tip Pemicu Pembunuhan Mampang Rumah kos lokasi kasus pembunuhan. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembunuhan pendamping lagu (PL) Ciktuti lin Puspita di Mampang, Jakarta Selatan diduga ipicu uang tip sebesar Rp1,8 juta yang dititipkan pelanggan karaoke kepada Ciktuti. Polisi akan mencari pria yang memberi uang tip tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menceritakan uang tip Rp1,8 juta itu dititipkan oleh pria pelanggan karaoke itu kepada Ciktuti untuk diberikan kepada tersangka pembunuhan, NR (17), yang merupakan rekan kerja Ciktuti sesama pemandu lagu.

Namun, Ciktuti hanya memberikan uang itu sebagian kepada NR.


"Ketika ditagih tinggal Rp500 ribu, ini baru pengakuan tersangka ini," ujar Indra saat dikonfirmasi, Kamis (22/11). NR lantas kesal karena uang tersebut digunakan oleh korban.

"Dia mengaku sudah dipakai untuk kepentingan pribadi korban, tapi kita harus dalami omongan dia itu," ujar Indra.

Indra mengatakan polisi bakal mencari pelanggan yang memberikan tip kepada korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Nanti kita juga akan dalami ke yang memberikan tip itu, apakah benar dia sudah memberi Rp1,8 juta jangan-jangan dia cuma ngasih Rp500 ribu, itu materi pendalaman," papar Indra.

Sampai saat ini polisi masih menggali keterangan dari tersangka NR untuk mencari sang pelanggan itu.
Apabila sudah diketahui identitasnya, si pelanggan akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Indra mengatakan pelaku pembunuhan di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, NR dan YAP, sudah berstatus tersangka. Keduanya akan dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Sementara pasal 338, tapi kan kita belum sempurna nih pemeriksaan termasuk juga pembuktiannya, bisa saja ya apa kita tambahkan dengan pasal lain, bisa saja," ujarnya.

Polisi juga belum memastikan cara NR dan YAP menghabisi Ciktuti. Hanya saja, ucap Indra, polisi menemukan luka pukul di kepala korban. Ia juga masih menyelidiki barang bukti yang jumlahnya cukup banyak untuk mengetahui secara pasti cara NR dan YAP membunuh korban.

"Belum, masih sangat dini, pengakuan dia sih dia pukul pakai palu, item-nya banyak kecil-kecil macam-macam ada palu, dan sebagainya," ujarnya

Ciktuti yang masih berusia 22 tahun ditemukan tewas di dalam lemari rumah indekos kawasan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Jenazah ditemukan penjaga kos pada Selasa (20/11) sekitar pukul 13.20 WIB.

Jenazah ditemukan saat dua penjaga kos mencurigai kamar korban karena tercium bau bangkai yang menyengat. Setelah dicari ke sudut-sudut kamar, tubuh korban akhirnya ditemukan tersembunyi di dalam lemari pakaian.
(sah/ugo)