Tumpahan Minyak Balikpapan, Pertamina Baru Santuni 780 Warga

CNN Indonesia | Minggu, 25/11/2018 04:01 WIB
Tumpahan Minyak Balikpapan, Pertamina Baru Santuni 780 Warga Ilustrasi tumpahan minyak di Balikpapan. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengatakan baru menyerahkan santunan bagi 780 warga yang terkena dampak tumpahan minyak yang berasal dari kilang milik perusahaan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tumpahan minyak tersebut terjadi pada 31 Maret 2018 silam, di mana pipa Refinery Unit V di perairan Balikpapan milik Pertamina patah setelah dihantam Kapal Tanker MV Ever Judger.

Manajer Health, Safety, Security, and Environment Pertamina Oky Wibisono mengatakan santunan itu baru mencapai 55,7 persen dari total 1.400 warga terdampak. Pemberian santunan khususnya diberikan bagi nelayan yang kehilangan harui berlayarnya.

"Sisanya (santunan) kami targetkan sampai Desember selesai semua," jelas Oky dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Sabtu (24/11).


Ia melanjutkan, saat ini Pertamina akan melakukan proses pemulihan di wilayah yang terdampak. Hanya saja, sebelum bisa melakukan hal tersebut, Pertamina perlu mengantongi Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memuat metode pembersihan lingkungan.


Sembari menunggu RPFLH, Pertamina mengaku telah melakukan penanggulangan tahap pertama. Adapun, penanggulangan tersebut sudah dinyatakan bersih oleh perwakilan warga dan pemerintah setempat.

"Setelah ada rekomendasi, kami lakukan pembersihan secara bertahap, lalu hasilnya dianalisis kembali. Kalau masih di atas nilai ambang batas aman, maka kami akan lakukan lagi pembersihan," jelas dia.

Salah satu warga Kampung Atas Air Margasari, Balikpapan Asiah mengaku sempat mengalami gangguan kesehatan setelah pipa minyak Pertamina patah dan berimbas pada infiltrasi gumpalan-gumpalan minyak ke wilayah perkampungannya. Hanya saja, kondisi itu langsung ditanggapi Pertamina.

"Pertamina dibantu warga segera membersihkan minyak yang masuk ke kolong-kolong rumah kami. Mereka (Pertamina) juga menyediakan pengobatan gratis untuk warga di gasebo kelurahan," jelas wanita berusia 44 tahun ini.


Kemenko Kemaritiman sendiri telah menyisir wilayah perairan sekitar pipa Pertamina yang ditabrak kapal MV Ever Judger pada Jumat (23/11) kemarin. Dari pantauan yang dipimpin Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Kemaritiman Odo RM Manuhutu, ditemukan bahwa kondisi perairan sudah bersih dari tumpahan minyak.

Rombongan Kemenko Kemaritiman menyusuri perairan Teluk Balikpapan, pesisir Kota Balikpapan hingga Kabupaten Penajam Paser Utara, Area Mangrove Kariangau, Kampung Atas Air, hingga lokasi tertabraknya kapal tanker MV Ever Judger dan pipa kilang Balikpapan.

"Kami ingin melihat sejauh mana kondisi lingkungan dan masyarakat yang terdampak langsung agar kita bisa menentukan kebijakan yang tepat untuk kondisi ini," ujar Odo. (glh/osc)