Polisi Sebut Ada Saksi Ungkap Mark Up LPJ Pemuda Muhammadiyah

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 15:57 WIB
Polisi Sebut Ada Saksi Ungkap Mark Up LPJ Pemuda Muhammadiyah Kabid Humas Polda Metro, Argo Yuwono menjelaskan perkembangan kasus Kemah Pemuda Islam Indonesia. Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi rampung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017. Pada pemeriksaan Selasa (27/11), polisi menyebut salah satu saksi mengatakan ada dugaan penggelembungan dana atau mark up di laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah.

"Saksi ada yang memberi keterangan adanya dugaan mark up. Sekarang sudah dilakukan pemeriksaan di Yogyakarta," ujar Argo kepada para wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/11). Kendati demikian, Argo enggan menyebut saksi yang mengungkap dugaan mark up tersebut.


Penyidik telah memeriksa pihak dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta dari ormas penyelenggara kegiatan Kemah Pemuda, yaitu Pemuda Muhammadiyah. Pada hari ini, Argo menyebut semua pemeriksaan terkait saksi dana kemah pemuda dilakukan di Polda DIY.


Diketahui sebelumnya, pada kasus dana kemah, ada dua ormas yang menerima dana dari Kemenpora untuk melaksanakan kegiatan tersebut yaitu Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor dengan total dana Rp5 miliar.

Berdasarkan hasil penelusuran polisi, laporan pertanggungjawaban GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan. Sedangkan dari laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah, diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran.

Sebelumnya, Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan mengatakan PP Pemuda Muhammadiyah telah mengembalikan uang sejumlah Rp2 miliar terkait dengan acara kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam yang dilaksakan Kemenpora TA 2017. Ketua Panitia Pelaksana Kemah Pemuda, Ahmad Fanani membenarkan pihaknya telah mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kemenpora, Jumat (23/11).


Fanani beralasan pengembalian uang tersebut dikarenakan pihaknya tidak mau disebut melakukan tindakan korupsi dan terdapat perbedaan program kegiatan. Ia menambahkan uang Rp2 miliar tersebut berasal dari kas Pemuda Muhammadiyah. (din/ain)