Dituding Penista Agama, PPP Sindir PAN Partai Kader Koruptor

jps, CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 11:36 WIB
Menepis tudingan PAN bahwa pihaknya partai penista agama, PPP menyebut pihaknya sebagai partai yang terdekat dengan Islam dan PAN sebagai penyuplai koruptor. Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi merespons tudingan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebut PPP partai penista agama terkait dengan kepindahan Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Ia pun menilai partai pimpinan Zulkifli Hasan itu sebagai penyuplai koruptor.

Hal itu menanggapi pernyataan politisi PAN Bambang Kusumanto yang menyebut Lulung pindah dari parpol penista agama ke parpol pro-ulama.

"Pernyataan Bambang Kusumanto bahwa saudara Lulung pindah dari parpol penista agama menuju parpol pro-ulama sangat tendensius," ujar Baidowi dalam pesan singkat, Rabu (28/11).


"Kalau memang PAN mengklaim diri sebagai partai ulama buktinya apa? Apakah hanya mendasarkan pada klaim semata? Bukankah PAN juga mengabaikan hasil ijtimak ulama terkait Pilpres," imbuhnya.

Baidowi justru menilai PAN sebagai parpol yang melahirkan kader koruptor. Buktinya, kata dia, penangkapan sejumlah kader PAN oleh KPK, seperti Waketum PAN Taufik Kurniawan hingga Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Ketum PAN Zulkifli Hasan, hingga Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.

"Jadi kepada saudara Bambang kami ingatkan bahwa parpol yang pro-ulama itu adalah yang berjuang dalam legislasi bernafaskan islam. Bukan parpol yang melahirkan kader koruptor. Apalagi parpol yang tiga Ketua DPW-nya dicokok KPK, termasuk saudara ketumnya dan waketumnya," ujar dia.

Politikus PPP Achmad Baidowi (tengah), di geudng DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. Politikus PPP Achmad Baidowi (tengah), di gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Baidowi pun menyebut pihaknya punya dasar untuk menyangkal tudingan PAN itu, yakni berupa hasil survei Cyrus Network. Survei itu, kata dia, menyebut PPP sebagai parpol yang paling dekat dengan umat Islam dan memberikan perhatian serius dalam politik anggaran dan politik legislasi di parlemen.

Di bidang legislasi, Baidowi mengklaim PPP menjadi inisiator RUU yang langsung bersentuhan dengan isu keumatan, seperti RUU Pesantren, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, RUU Larangan Minuman Beralkohol, hingga mendorong pemidanaan LGBT di RUU KUHP.

"Sementara itu, di bidang politik anggaran PPP getol memperjuangkan anggaran guru madrasah yang dinaikkan bahkan juga tanggungan terutang guru inpassing dibayar. Honor penyuluh agama honorer dinaikkan berkat usulan PPP," ujarnya.

Diketahui, berdasarkan survei Cyrus pada 27 Maret-3 April 2018, 28,3 persen responden menyebut PPP sebagai partai yang paling dekat dengan umat Islam. Di bawahnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan raihan 27,7 persen suara. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan 12,0 persen suara.

Sementara, PAN sendiri hanya meraih 2,2 persen suara responden atau urutan kedelapan, di bawah PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PBB.

Terkait kepindahan Lulung dari PPP ke PAN, Baidowi berkata murni karena proses politik dan hukum. Ia berkata Lulung tersisih dari PPP karena mendukung PPP kubu Djan Faridz.

Politikus PAN DKI Bambang Kusumanto (kanan), di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2).Politikus PAN DKI Bambang Kusumanto (kanan), di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
"Yang kemudian mereka berdua juga pecah kongsi," ujar Baidowi.

Diketahui, Ijtimak Ulama I merekomendasikan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun, partai koalisi pendukung Prabowo, termasuk PAN, kemudian memilih Sandiaga Uno.

PPP sendiri merupakan salah satu parpol pendukung Basuki T Purnama alias Ahok, yang kini menjadi terpidana kasus penistaan agama, pada Pilkada DKI 2017.

(arh)