Hal itu menanggapi pernyataan politisi PAN Bambang Kusumanto yang menyebut Lulung pindah dari parpol penista agama ke parpol pro-ulama.
"Pernyataan Bambang Kusumanto bahwa saudara Lulung pindah dari parpol penista agama menuju parpol pro-ulama sangat tendensius," ujar Baidowi dalam pesan singkat, Rabu (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baidowi justru menilai PAN sebagai parpol yang melahirkan kader koruptor. Buktinya, kata dia, penangkapan sejumlah kader PAN oleh KPK, seperti Waketum PAN Taufik Kurniawan hingga Zainudin Hasan yang merupakan adik dari Ketum PAN Zulkifli Hasan, hingga Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.
Politikus PPP Achmad Baidowi (tengah), di gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Di bidang legislasi, Baidowi mengklaim PPP menjadi inisiator RUU yang langsung bersentuhan dengan isu keumatan, seperti RUU Pesantren, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, RUU Larangan Minuman Beralkohol, hingga mendorong pemidanaan LGBT di RUU KUHP.
"Sementara itu, di bidang politik anggaran PPP getol memperjuangkan anggaran guru madrasah yang dinaikkan bahkan juga tanggungan terutang guru inpassing dibayar. Honor penyuluh agama honorer dinaikkan berkat usulan PPP," ujarnya.
Sementara, PAN sendiri hanya meraih 2,2 persen suara responden atau urutan kedelapan, di bawah PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan PBB.
Terkait kepindahan Lulung dari PPP ke PAN, Baidowi berkata murni karena proses politik dan hukum. Ia berkata Lulung tersisih dari PPP karena mendukung PPP kubu Djan Faridz.
Politikus PAN DKI Bambang Kusumanto (kanan), di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
Diketahui, Ijtimak Ulama I merekomendasikan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun, partai koalisi pendukung Prabowo, termasuk PAN, kemudian memilih Sandiaga Uno.
PPP sendiri merupakan salah satu parpol pendukung Basuki T Purnama alias Ahok, yang kini menjadi terpidana kasus penistaan agama, pada Pilkada DKI 2017.
(arh)
Politikus PPP Achmad Baidowi (tengah), di gedung DPR, Jakarta, beberapa waktu lalu. (
Politikus PAN DKI Bambang Kusumanto (kanan), di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2). (