Sohibul Iman Minta Kader PKS Hadiri Reuni 212

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 10:41 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan reuni 212 merupakan salah satu bukti partainya mendukung kegiatan ulama. Dia ingin kader PKS ikut reuni tersebut. Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman meminta pada kadernya untuk ikut Reuni Ajbar 212. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman meminta para kadernya untuk ikut menyukseskan acara reuni 212 yang akan digelar Minggu (2/12) mendatang di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Sohibul menjelaskan kehadiran dalam reuni 212 merupakan salah satu bentuk nyata PKS dalam mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan para ulama.

"Sesuai keputusan DPTP (Dewan Pimpinan Tingkat Pusat), kader PKS diminta hadir menyukseskan reuni 212. Tapi diminta tidak menggunakan atribut partai dalam bentuk apapun demi menjaga kebersamaan dan menghindari tuduhan yang tidak perlu yang akan merusak tujuan acara", ujar Sohibul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/11).
Menurut Sohibul, gerakan 212 merupakan wujud kecintaan umat Islam pada keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi.


"Awal gerakan ini kan menuntut keadilan hukum atas penghinaan terhadap kitab suci Al-Qur'an, yang jika ini dibiarkan tentu mengancam kerukunan hidup antarumat beragama," ujar Sohibul.

Oleh karena itu, Sohibul berharap pemerintah dan aparat dapat bersikap proporsional terhadap kegiatan reuni 212 dengan tidak menghalang-halangi dalam bentuk apapun.

"Kita sudah lihat dari aksi-aksi sebelumnya yang selalu berjalan tertib, aman, sangat damai dan bersih tanpa meninggalkan sampah, jadi tidak perlu lah (reuni 212) dihalang-halangi," kata Sohibul.

Persaudaraan Alumni 212 berencana menghelat reuni akbar Aksi 212 di kawasan Monas pada 2 Desember. Reuni tersebut merupakan yang kedua setelah PA 212 menggelar acara serupa pada 2017 lalu.

Aksi Damai Bela Islam 2 Desember (212) pertama kali dilaksanakan di kawasan Monas pada 2016 silam. Kala itu, massa yang hadir menuntut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk bertanggungjawab terhadap pernyataannya yang dianggap menghina agama Islam.
Polda Metro Jaya menyatakan telah menerima surat pemberitahuan rencana Reuni Aksi 212. Kabid Humas Polda Metro Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan menyiapkan pengamanan yang diperlukan.

"Biro Operasi akan melakukan persiapan perencanaan pengamanan," ujar Argo.

Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan personel TNI dalam mengamankan acara reuni akbar ini.
(ugo/ugo)