Istana: Kalau Oposisi Tak Kritik Tidak Seru

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 13:45 WIB
Istana: Kalau Oposisi Tak Kritik Tidak Seru Setkab Pramono Anung. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Pemerintah Indonesia tak mempermasalahkan kritik-kritik dari kelompok oposisi termasuk dari calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto yang dilontarkan dalam forum diskusi yang digelar The Economist's di Singapura, Selasa (27/11).

Dalam forum itu Prabowo mengkritik beberapa kebijakan pemerintah, seperti pelayanan yang kurang baik bagi orang tidak mampu, birokrasi yang rumit, dan kurang kepastian hukum.

Pramono mengatakan kritik tersebut sudah jadi kewajiban Prabowo sebagai pimpinan partai-partai oposisi.


"Pimpinan oposisi atau calon presiden dari oposisi, itu wajib mengkritik. Kalau tidak mengkritik ya tidak seru. Apa yang disampaikan Pak Prabowo selalu menjadi koreksi bagi pemerintah," tutur Pramono saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Rabu (28/11).

Pramono mengibaratkan kritik Prabowo sebagai obat kuat bagi pemerintah. Selain itu, kritik pedas tersebut bagian dari proses demokrasi yang digalakkan Indonesia.

Namun Pramono mengingatkan Prabowo soal capaian-capaian pemerintahan Jokowi. Hal itu, menurutnya, tercermin dalam tingkat kepuasan masyarakat di level 70 persen di sejumlah hasil survei.

"Kemudian apresiasi publik dan juga bicara tingkat kemiskinan sekarang ini dalam sejarah republik kita baru sekarang single digit, ini kan menunjukkan performance yang baik," ujarnya.

Istana: Kalau Oposisi Tak Kritik Tidak SeruIstana Kepresidenan tak keberatan dengan kritik yang kerap dilontarkan oposisi dan capres Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Prabowo saat menjadi pembicara di forum The Economist's di Singapura juga mengkritik mewabahnya korupsi di Indonesia. Prabowo mengibaratkan praktik korupsi di Indonesia seperti penyakit kanker stadium empat.

Sementara praktik korupsi merajalela, Prabowo juga menyoroti kesenjangan sosial di Indonesia.

"Para elite mereka berpikir bisa membeli semuanya. Rakyat Indonesia miskin maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli atau menyuap semua orang," kata Prabowo. 

(dhf/wis)