Fadli soal Jokowi Kebut Infrastruktur: Jangan Menipu Rakyat

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 02:52 WIB
Fadli soal Jokowi Kebut Infrastruktur: Jangan Menipu Rakyat Waketum Gerindra Fadli Zon kritik pencitraan Jokowi soal pembangunan infrastruktur. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta agar Presiden Joko Widodo tidak mengklaim pembangunan infrastruktur sebagai sebuah keberhasilan dan prestasi.

Pernyataan ini merespons instruksi Jokowi yang memerintahkan pembangunan infrastruktur dikebut agar selesai sebelum pilpres 2019 dan Lebaran Idulfitri 1440 Hijriah .

"Jangan menipu rakyat, seolah-olah itu [keberhasilan] dan saya kira dengan mempercepat ini kan memang mau dijadikan semacam seolah-olah prestasi dari pemerintah sekarang," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (28/11).


"Padahal menurut saya itu bukan prestasi, tapi kewajiban biasa kok rutin. Itu kewajiban rutin dari pemerintahan ke pemerintahan," lanjutnya.


Menurutnya, instruksi Jokowi itu semata hanya untuk pencitraan dengan menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai etalase keberhasilan.

"Padahal infrastruktur itu kewajiban. Semua presiden pasti membangun infrastruktur itu. Jadi itu bukan prestasi," ujarnya.

Bagi Fadli, keberhasilan atau prestasi adalah jika program dan kebijakan pemerintah melebihi target yang ditetapkan.

"Jadi pembangunan infrastruktur adalah sebuah kewajiban yang dilakukan dari jaman orde lama, orde baru, jaman Pak SBY itu wajib. Jadi itu jangan jadi etalase keberhasilan, tapi itu kewajiban," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi secara jujur menyatakan ingin mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur pada akhir tahun ini dan awal tahun depan demi Pilpres 2019 dan libur Lebaran 2019.


Pengakuan tersebut disampaikannya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 yang digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan pada hari ini, Selasa (27/11).

Perhelatan pilpres diketahui akan diadakan pada April 2019. Sementara, Lebaran akan jatuh awal Juni tahun depan.

"Maka itu, saya tanya yang di lapangan, katanya selesai Juni atau Juli 2019. Saya bilang jangan, saya maunya April, kenapa April? Kalian tahu kan. Bukan apa-apa, ya ini supaya bisa dipakai untuk Lebaran, termasuk untuk Pemilu juga, ya saya blak-blakan saja," ujarnya.

TKN Sebut Infrastruktur Program Unggulan Jokowi

Juru bicara TKN Joko Widodo-Maruf Amin, TB Ace Hasan Syadizily menyatakan percepatan pembangunan infrastruktur merupakan komitmen Jokowi merealisasikan janjinya selaku presiden.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan program unggulan Jokoei yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Itu bagian pertanggungjawaban Pak Jokowi terhadap masyarakat. Bahwa program unggulan Pak Jokowi seperti program infrastruktur itu harus bisa selesai sebelum periode pertama berakhir," ujar Ace saat dihubungi, Rabu (28/11).

Fadli soal Jokowi Kebut Infrastruktur: Jangan Menipu RakyatJubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace menyatakan kebut infrastruktur petahana untuk tunjukkan prestasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)

Ace menuturkan percepatan pembangunan infrastruktur juga harus dimaknai sebagai upaya Jokowi mengedepankan prestasi dalam kontestasi di Pilpres 2019. Jokowi, selaku calon petahana diklaim ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dirinya serius merealisasikan janji yang ditawarkan kepada masyarakat pada Pilpres 2014.

"Rakyat ingin kita semua pemimpin bangsa bukan sekedar menyampaikan visi misi, tapi lebih dari pada itu, menunjukkan bukti dan prestasi dari apa yang sudah dilakukannya," ujarnya.

Di sisi lain, Ace menjelaskan tugas calon petahana adalah menunjukkan karya dan prestasi selama menjabat. Sehingga, ia menilai Jokowi memanfaatkan posisinya yang masih menjabat sebagai presiden untuk membuat prestasi dan karya.

"Kami sudah diberi kesempatan untuk menunjukkan prestasi. Kesempatan itu ya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.," ujar Ace.

(swo/DAL)