Istana: Jokowi Petahana, Sah Bicara Infrastruktur demi Pemilu

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 17:09 WIB
Istana: Jokowi Petahana, Sah Bicara Infrastruktur demi Pemilu Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Kabinet Pramono Anung membela Presiden Joko Widodo soal pernyataan akan mengebut pembangunan infrastruktur demi Pemilu 2019. Pramono menilai hal itu sah-sah saja dilakukan Jokowi sebagai calon presiden petahana.

"Calon presiden incumbent (petahana) ya harus menyampaikan apa yang sudah dikerjakan, sangat sah, bahkan harus," ujar Pramono saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (28/11).

Pramono mengatakan beberapa proyek infrastruktur memang ditargetkan rampung sebelum Pilpres 2019. Misalnya jalan Merak-Surabaya yang ditargetkan kelar Desember 2018.


Lalu ada Tol Sumatera sepanjang 100 kilometer yang juga diresmikam Desember 2018. Selain itu ada pula Jalan Bakauheni-Palembang sejauh 350 kilometer yang akan diresmikan pada awal April 2019, beberapa hari jelang hari pencoblosan pemilu.

"Prioritas utama Presiden dalam 3,5 tahun pemerintahan kan hal yang berkaitan dengan infrastruktur. Pada periode berikutnya, beliau menitikberatkan pada pembangunan SDM sampai Oktober 2019," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan sedang mengebut pengerjaan beberapa proyek infrastruktur. Ia berharap proyek-proyek itu bisa diresmikan akhir 2018 dan awal 2019.

Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Selasa (27/11), Jokowi secara jujur mengakui pengebutan berbagai proyek demi mengejar waktu sebelum Pemilu 2019 dan juga lebaran tahun depan.

"Maka itu, saya tanya yang di lapangan, katanya selesai Juni atau Juli 2019. Saya bilang jangan, saya maunya April," kata dia.

"Kenapa April? Kalian tahu kan. Bukan apa-apa, ya ini supaya bisa dipakai untuk lebaran, termasuk untuk pemilu juga, ya saya blak-blakan saja," ujar Jokowi. (dhf/osc)