Polri Akui Tingkat Kerawanan Pemilu di Papua Masih Tinggi

CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 16:04 WIB
Polri Akui Tingkat Kerawanan Pemilu di Papua Masih Tinggi Kapolri Tito Karnavian mengakui polisi masih memberi perhatian tinggi terhadap kerawanan pemilu di Papua. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Papua masih menjadi perhatian Polri sebagai kawasan yang rawan konflik dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan sistem noken yang masih digunakan untuk pemilu masyarakat Papua.

"Ada kelompok-kelompok bersenjata ini menjadi atensi Pak Panglima dan saya," ujarnya usai apel pengamanan natal, tahun baru dan pileg/pilpres di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (30/11).

Selain Papua, Tito mengaku belum melihat daerah lainnya yang berpotensi rawan konflik. Menurut dia, hal itu masih dapat diatasi selama TNI dan Polri kompak dan dapatkan dukungan dari masyarakat.



Sistem Pengamanan, kata Tito, akan dititikberatkan saat pemilihan legislatif. Ini lantaran pemilihan legislatif baru pertama kali dilakukan berbarengan dengan pemilihan presiden.

Salah satu penyebabnya karena pertarungan bukan saja dari partai tetapi juga antar calon.

"Sehingga ada pertarungan di tingkat nasional untuk pilpres tapi nanti fokus juga akan lebih banyak pertarungan ke legislatif akan lebih rawan karena pertarungannya bukan hanya antarpartai tapi juga satu partai itu antarcalon di satu partai berkompetisi," ucapnya.


Pengamanan pun, kata Tito, akan dipertebal untuk dapil-dapil yang dinilai rawan. Namun, Tito enggan merinci dapil mana saja yang berpotensi konflik tersebut.

"Karena itu kita membuat rencana pengamanan bersama Panglima juga rencana pengamanan khususnya di dapil-dapil yang kita anggap itu akan kontestasinya cukup hangat akan kita lakukan penebalan," tuturnya.


Tito menilai pemilihan presiden merupakan salah satu wujud pesta demokrasi. Dia pun mengaku tidak ingin pilpres dan pileg dianggap sebagai hal yang menakutkan untuk masyarakat.

"Pileg dan pilpres jangan jadi momok yang ditakuti kita bikin menjadi pesta, kita bikin rakyat bergembira ria untuk silakan memilih yang terbaik pemimpin walaupun perwakilannya," ujar dia. (gst/ain)