"Sudah kami kembalikan, dan sudah ada tanda terimanya. Tadi siang sudah diambil pihak perwakilan Muhammadiyah di kantor Kemenpora," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (30/11).
Sebelumnya, PP Pemuda Muhammadiyah pada Jumat (23/11), mengembalikan uang yang disebut bersumber dari anggaran Dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. Alasannya, Pemuda Muhammadiyah tidak mau disebut telah melakukan penyimpangan dana dan juga terkait harga diri organisasinya yang memperjuangkan antikorupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Gatot menyerahkan proses selanjutnya terkait hal tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap uang yang menjadi masalah dalam anggaran kegiatan Apel dan Kemah Pemuda di Prambanan, Yogyakarta, pada 2017, segera tuntas.
"Sudah jelas, kalau dari aspek BPK [Badan Pemeriksa Keungan] tidak ada temuan. Wong itu bukan kegiatan fiktif," katanya.
Jika polisi hanya memeriksa Dahnil dan pihak Pemuda Muhammadiyah, Neta menyebut akan timbul perasaan aneh dalam publik Indonesia. Mendengar hal itu, Gatot menghargai pendapat Neta.
"Kami hargai proses hukum. Kalau pihak kepolisian ingin periksa [Kemenpora], pejabat kami harus hadir," ucap Gatot.
Dalam kasus ini, pemeriksaan telah dilakukan terhadap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani. Keduanya yang merupakan peserta kemah yang diadakan Kemenpora itu, masih diperiksa sebagai saksi.
(map/ain)