Longsor di Pemandian Kabupaten Karo, 7 Mahasiswa Tewas

CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 13:40 WIB
Longsor di Pemandian Kabupaten Karo, 7 Mahasiswa Tewas Tanah longsor melanda Pemandian Air Panas Daun Paris, Karo, Sumatra Utara, sebanyak tujuh mahasiswa meninggal. (Dok. BPBD Sumatera Utara)
Medan, CNN Indonesia -- Tempat penginapan di Pemandian Daun Paris Raja Berneh Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, ambruk akibat tanah longsor pada Minggu (2/12). Sebanyak tujuh orang meninggal dunia, sementara sembilan lainnya luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama korban meninggal dunia yaitu Emelita Br Ginting, Mohes, Emiya Br Tarigan, Sartika Teresia, Sindy Simamora. Sedangkan dua korban lainnya belum teridentifikasi.

"Lima korban yang meninggal dunia sudah teridentifikasi, namun dua orang lainnya jenis kelamin perempuan belum teridentifikasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo, Martin Sitepu.



Sementara korban yang mengalami luka-luka yaitu Novita Sari (19), Indra (21), Andika (22), Jeanata (18), Desi Br Sinambela (21), Putri Yolanda (19), Afinda (20), Grace (21), Hany Girsang (20).

"Data sementara ada 16 orang korban akibat tanah longsor masing-masing tujuh orang meninggal dan sembilan orang luka- luka," ujar Martin.

Dia mengatakan musibah tanah longsor ini disebabkan hujan deras sejak pagi sehingga mengakibatkan bukit longsor dan menimpa tempat penginapan yang berada di pemandian tersebut.

Semua korban merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Prima Indonesia Medan. Saat kejadian itu, mereka tengah berada di lokasi objek wisata pemandian tersebut.

"Memang tadi pagi cukup deras hujan di Karo sehingga menjadikan bukit itu longsor," ujarnya.


Usai musibah itu, tim BPBD dibantu personel kepolisian dan warga setempat langsung melakukan evakuasi. Menurut Martin, kelima korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RS Amanda. Sedangkan tujuh korban luka dibawa ke RS Amanda dan dua lainnya ke RS Evarina.

"Sebagian keluarga korban sudah ada di sana," katanya.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu mengatakan korban tewas dan luka-luka tertimpa ambrukan tembok penginapan saat longsor melanda objek wisata tersebut. Saat itu para korban tengah mengikuti kegiatan malam keakraban dan menginap di tempat istirahat yang ada di pemandian tersebut.

"Sebagian besar korban merupakan mahasiswa senior dan mahasiswa baru," katanya.

Benny mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada bila terjadi hujan lebat, khususnya bagi warga yang tinggal di atas maupun di bawah bukit. Dia berharap warga mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman agar tidak ada lagi korban jiwa akibat longsor.

(fnr/pmg)