Dari jumlah itu, rumah rusak berat sebanyak 5.025, rusak sedang 5.624 dan rusak ringan 6.000 lebih.
"Rumah-rumah warga yang rusak ini didata atau diinventarisir oleh tim yang telah kami bentuk. Tim ini bekerja dan turun langsung ke lapangan," kata Kasman di Donggala, Minggu (2/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kasman, tim itu melakukan verifikasi terhadap tiga cluster, pertama rumah rusak total atau rusak berat, rusak sedang dan ringan.
Tim verifikasi itu berjumlah 67 orang, terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana, PUPR, dan relawan.
"Yang namanya huntara itu, tidak terkecuali. Apakah dia nelayan, hansip, petani," lanjutnya.
Namun, kata Kasman warga korban bencana akan didata atau diverifikasi terlebih dahulu pascabencana.
"Ada tim yang turun, untuk melakukan verifikasi langsung terhadap korban yang terdampak bencana ," ujarnya.
Tim verifikasi itu, sebutnya sekaligus melakukan verifikasi data tempat tinggal korban di lapangan, untuk mendapatkan hunian tetap.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat gempa 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, korban jiwa mencapai 2.113 orang, 1.309 orang hilang, 4.612 luka-luka, dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik. (stu)