Soal Pakaian, Anies Sebut Tak Ada Urusan Politik di Reuni 212

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 02:10 WIB
Soal Pakaian, Anies Sebut Tak Ada Urusan Politik di Reuni 212 Anies Baswedan mengatakan dengan mengenakan pakaian dinas di Reuni Aksi 212, maka menunjukkan kehadirannya dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI Jakarta. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarts Anies Baswedan ikut menghadiri acara Reuni Aksi 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusatm pada Minggu (2/12). Anies berdalih tak ada urusan politik di balik pakaian dinas yang ia gunakan saat menghadiri acara Reuni Aksi 212. 

Anies terlihat memakai pakaian dinas dengan atasan berwarna putih dan celana berwarna biru gelap. Pakaian itu berbeda dengan baju yang dikenakan Anies saat menghadiri acara reuni 212 pada tahun lalu. Saat itu, Anies memakai baju koko.

Anies memang sempat mengeluarkan instruksi kepada jajarannya sebelum acara reuni digelar. Seluruh jajaran Pemprov DKI yang bertugas saat acara Reuni Aksi 212 diperintahkan untuk memakai pakaian dinas.



"Mulai kemarin saya instruksikan semua petugas kita, yang hari ini di lapangan menggunakan baju putih biru. Jadi semua petugas kita, termasuk saya," kata Anies di kawasan Monas, Minggu (2/12).

Melalui instruksi itu, kata Anies, petugas Pemprov DKI diharapkan tak lagi menggunakan pakaian sipil. Tujuannya, agar bisa dibedakan antara petugas dengan peserta aksi.

"Menurut saya penting untuk di sini polisi berseragam, petugas Pemprov juga berseragam," ujarnya.

Menurutnya, dengan mengenakan baju dinas, justru menunjukkan kehadirannya di acara itu dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.


"Kan saya datang sebagai gubernur, dan semua (jajaran Pemprov DKI) yang datang hari ini menggunakan seragam, kan rapi ini, lebih rapi kan," tutur Anies.

Sebelumnya, Anies sempat memberikan sambutan saat hadir dalam Reuni Aksi 212. Dalam sambutannya, Anies memamerkan sejumlah capaian selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan ada hal-hal yang dahulu dianggap tidak mungkin terlaksana, namun kini terselesaikan.

"DP 0 tidak mungkin, sekarang terlaksana. Menutup tempat maksiat, sekarang terlaksana. Menghentikan reklamasi tidak mungkin, sekarang terlaksana," kata Anies.

"Itu semua dilakukan tanpa kekerasan," tambahnya.
(dis/pmg)