Soal Isu PKI, Timses Jokowi-M'aruf Bakal Temui Ulama di Jabar

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 08:33 WIB
Soal Isu PKI, Timses Jokowi-M'aruf Bakal Temui Ulama di Jabar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Deddy Mizwar. (Foto: CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin Deddy Mizwar, mengatakan pihaknya terus meminimalisir berkembangnya isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang kerap menimpa Joko Widodo di wilayah Jawa Barat.

Hal itu ia katakan untuk merespons keluhan Jokowi yang mengatakan isu PKI menjadi penyebab dirinya kalah di Kabupaten Bogor, Jabar saat Pilpres 2014 lalu.

Menurut dia, Timses Jokowi-Ma'ruf bakal mendatangi tokoh maupun para ulama Islam di Jawa Barat sebagai strategi khusus menangkal isu tersebut.


"Makanya kita harus datangi satu-satu, ke tokoh masyarakat, ke kiai, ke habaib, saya kira itu penting silaturahim, khusus pak kiai, dalam perspektif Islam," kata Deddy saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (3/12).


Pria yang akrab disapa Demiz itu menyatakan pihaknya secara aktif akan mengawasi pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong (hoaks) dan ujaran kebencian tentang pasangan Jokowi-Ma'ruf di Jabar.

Ia menyebut pihaknya tak segan untuk melaporkannya ke pihak kepolisian bila ditemukan bukti kuat terkait hal tersebut.

"Ya itu urusan penegak hukum kan ada UU ITE, jadi enggak pandang bulu. Siapapun kalau itu memang hoaks dan ujaran kebencian ya kita harus tindak," kata dia.

Tak berhenti disitu, Demiz mengungkapkan bahwa Ma'ruf Amin akan fokus 'menggarap' wilayah Jawa Barat guna meraih kemenangan di pilpres.

Ia menyatakan bahwa Ma'ruf akan mulai intens bergerak di Jabar pada awal Januari 2019 mendatang.

"Mudah-mudahan nanti baru ketemu lah ya secara sistematik seperti apa. Wilayah mana saja, menemui siapa saja di sana. Kemudian kita juga lihat Banten dan juga DKI. Maksimal di awal Januari kita bergerak secara intens," ujarnya.


Diketahui, Jawa Barat merupakan wilayah strategis di Pilpres 2019 karena merupakan lumbung suara terbesar di Indonesia. Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang dirilis KPUD Jawa Barat untuk Pemilu 2019 tercatat sebanyak 32.636.846 pemilih.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di Jawa Barat dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Kala itu, berdasarkan rekapitulasi resmi dari KPU, Prabowo-Hatta meraih 14.167.381 suara (59,78 persen).

Sementara itu Jokowi-JK meraih suara 9.530.315 (40,22 persen). Prabowo menang di 22 kabupaten/kota, sementara Jokowi di empat kabupaten/kota di Jabar kala itu.

(rzr/agr)