PA 212: Kami Gerakan Moral, Tidak Akan Jadi Parpol

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 07:30 WIB
PA 212: Kami Gerakan Moral, Tidak Akan Jadi Parpol Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah menjadi partai politik. Menurut dia, sejak awal terbentuk, 212 adalah gerakan moral menentang penoda agama, bukan bersifat politik.

Hal itu disampaikan Slamet menanggapi Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid yang menantang PA 212 untuk menjadi parpol karena menilai kelompok tersebut kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.
"Ada yang panik ya? 212 itu gerakan moral jadi sampai kapan pun enggak akan jadi partai," ucap Slamet melalui pesan singkat, Rabu (5/12).

Slamet mengatakan PA 212 akan terus menjadi gerakan moral. Selain itu, PA 212 juga akan selalu mendukung partai politik yang berjuang melawan ketidakadilan. Slamet meyakini pihaknya akan terus melawan kriminalisasi ulama dan penoda agama.


"Sebaliknya akan selalu melawan bahkan mungkin akan berjuang menenggelamkan partai yang menjadi pendukung penoda agama," ucap Slamet.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menantang PA 212 untuk menjadi parpol. Menurut dia, PA 212 selama ini kerap melakukan kegiatan yang bernuansa politis.

"Kalau gentle bikin partai, supaya tahu perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan, tunjukkan kalau memang mau berpolitik," ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12).

Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu mengatakan PA 212 bisa mencontoh ormas Islam yang sudah eksis sejak lama dalam membentuk partai, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Ia menyebut NU yang membuat partai PKB. Sedangkan Muhammadiyah membentuk Partai Amanat Nasional (PAN).

"Ya bikin (Partai PA 212) saja, bikin saja, NU juga bikin partai namanya PKB, nyata ada persentasinya," ucap dia. (bmw/dea)


BACA JUGA