Prabowo Soroti 'Manipulasi' Jumlah Massa Reuni Akbar 212

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 14:39 WIB
Prabowo Soroti 'Manipulasi' Jumlah Massa Reuni Akbar 212 Prabowo Subianto geram dengan media massa yang menurutnya berat sebelah meliput Reuni Aksi 212. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menyebut saat ini ada upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Prabowo juga menuding ada peran media dalam upaya manipulasi tesebut. Konteks kemarahan Prabowo terkait dugaan terhadap media tertentu yang dia anggap menyepelekan kegiatan Reuni 212, 2 Desember lalu.

Prabowo menuding pers yang saat ini banyak memberitakan hal-hal yang tidak benar. "Semua lapisan, rakyat dicuci otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya," kata Prabowo saat berpidato di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12)..


Prabowo tegas menyinggung sikap pers yang menurut dia berat sebelah. Hal ini dia nilai melalui pemberitaan yang ditampilkan sejumlah media arus utama di Indonesia terkait Reuni Aksi 212 pekan lalu.


Prabowo mempermasalahkan tak adanya media yang menurut dia jujur meliput gerakan umat ini. Dia mempermasalahkan jumlah massa yang sebagian besar media menulis ribuan hingga ratusan ribu. Padahal kata dia yg hadir banyak dan mencapai jutaan.

"Beberapa hari yang lalu ada acara besar di Monas. Hadir jutaan orang, tapi banyak media di Indonesia tidak melihatnya," kata Prabowo.
Prabowo Persoalkan Media Tak Soroti Reuni Akbar 212Reuni Aksi 212 (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)


"Media hampir semua tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang kumpul, yang belum pernah terjadi di dunia," lanjutnya.

Atas dasar ini Prabowo menilai sikap media saat ini sudah tak lagi objektif dan justru banyak memanipulasi masyarakat dengan cerita-cerita yang dikemas melalui berita yang sebagian besar tidak benar.

"Media kondang, media dengan nama besar, media yang mengatakan dirinya objektif dan bertanggung jawab justru mereka jadi bagian usaha memanipulasi demokrasi," kata Prabowo.

Selama kurang lebih 30 menit berpidato, Prabowo banyak menumpahkan kekesalannya terkait pemberitaan Reuni 212. Dia banyak mempermasalahkan tak adanya media yang menyebut jumlah massa yang hadir mencapai belasan juta.

"Sudah saatnya kita bicara apa adanya. Mereka semua mengatakan yang 11 juta itu jadi 15 ribu itu bahkan ada yang bilang hanya 1.000. Ya terserah deh apa yang dia mau," katanya.

Kekesalan Prabowo juga berlanjut pada sikapnya yang menolak diwawancarai sejumlah media arus utama yang hadir dalam kegiatan itu. Dia menuding media yang hadir hanya mencari-cari kesalahan dirinya setiap berpidato.

"Kalian ini mencari kesalahan saya saat berpidato, karena saya ini kalau ngomong gak pake teks," katanya. (tst/ain)