Kodam Cendrawasih Pastikan Situasi di Nduga Sudah Terkendali

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 16:23 WIB
Kodam Cendrawasih Pastikan Situasi di Nduga Sudah Terkendali Kodam Cendrawasih memastikan status keamanan di Nduga, Papua terkendali. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Infantri Muhammad Aidi menegaskan status keamanan di wilayah Nduga, Papua tetap normal pascainsiden penembakan puluhan pekerja oleh kelompok kriminal bersenjata. Aidi menegaskan status keamanan belum dinaikkan menjadi status darurat sipil.

"Status keamanan di Papua sampai saat ini masih tertib sipil, sama seperti di Jakarta," kata Aidi saat dihubungi wartawan, Rabu (5/12).

Diketahui, peningkatan status keamanan menjadi darurat sipil sendiri pernah diberlakukan di wilayah DI Aceh pada tahun 2004 dan Provinsi Maluku pada tahun 2000 lalu. Hal itu tak lepas dari permasalahan keamanan yang kompleks dan tak kondusif di kedua wilayah.



Ia mengatakan kondisi keamanan saat ini bisa dikendalikan dengan baik oleh aparat gaubungan TNI/Polri. "Jadi kan yang menentukan status situasi kemanan itu kan pemerintah sama DPR kalau tak salah, nah sampai saat ini [status keamanan] sama dengan di Jakarta, tertib sipil," kata dia.

Selain itu, Aidi mengungkapkan pengamanan di kawasan proyek Trans Papua akan ditingkatkan pascainsiden tersebut. Ia mengatakan bakal memaksimalkan pasukan gaubungan dari Kodam Cendrawasih dan Polda Papua guna mengamankan objek proyek infrastruktur tersebut.


"Ya jelas, dengan kejadian begini kita tingkatkan, tapi kita maksimalkan dengan kekuatan yang dimiliki dari Kodam," kata dia.

Diketahui, Kejadian penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Menkopolhukam Wiranto turut memastikan bahwa terdapat 19 orang yang tewas dalam insiden tersebut. Sampai saat ini, kepolisian bersama dengan TNI masih melakukan proses evakuasi para korban yang tewas di lokasi tersebut.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku telah memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengejar dan menangkap pelaku pembunuhan.

"Saya telah memerintahkan Panglima TNI untuk mengejar dan menangkap pelaku tindakan biadab tersebut," jelas Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).

Pemerintah, katanya, juga tak gentar dengan kejadian ini. Menurut Jokowi, tidak ada alasan proyek infrastruktur di Papua untuk dihentikan. "Saya sampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar proyek jalan dari Wamena menuju Mamugu tetap diteruskan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer (km) harus diselesaikan. Ini harus jalan terus untuk membangun tanah Papua dan mewujudkan keadilan sosial," kata dia. (RZR/ain)