Crane Ambruk di Kali Sentiong Bagian Proyek Dinas SDA

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 21:19 WIB
Crane Ambruk di Kali Sentiong Bagian Proyek Dinas SDA Kasudin Sumber Daya Air DKI Jakarta Pusat Dicky Suherlan mengatakan crane yang jatuh menimpa warga di Kali Sentiong bagian proyek Bidang Aliran Timur Dinas SDA. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat Dicky Suherlan mengatakan crane yang jatuh menimpa warga di bantaran Kali Sentiong, Jakarta, merupakan bagian dari proyek yang dikerjakan Bidang Aliran Timur Dinas SDA DKI Jakarta.

Dicky mengatakan crane tersebut dipergunakan untuk pemasangan sheet piles atau turap.

"Pengerjaan dari Dinas SDA Bidang Aliran Timur," kata Dicky saat dihubungi, Kamis (6/12).



Dicky enggan menjelaskan lebih rinci soal proyek pemasangan turap di Kali Sentiong tersebut. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan Bidang Aliran Timur SDA DKI.

CNNIndonesia.com berusaha menghubungi Kasi Operasi dan Pemeliharaan Bidang Aliran Timur Dinas SDA DKI Adrian Mara Maulana. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Polisi menduga penyebab ambruknya crane karena ada tali yang lepas. Kapolsek Kemayoran Komisaris Saiful Anwar mengatakan pihaknya akan memeriksa pihak operator crane terkait insiden tersebut.

"Jadi crane ini mau naik kan dia ada rakitnya seperti amphibi. Ketika mau naik ternyata talinya lepas. Makanya bisa jatuh," kata Saiful.


Setengah badan mesin berat masuk ke dalam kali. Sementara crane menimpa bangunan rumah milik warga.

Akibat kejadian itu, tiga orang yang masih satu keluarga tersebut mengalami luka. Saat itu ketiganya tengah berada di dalam rumah.

Crane Ambruk di Kali Sentiong Bagian Proyek Dinas SDACrane pembangunan turap ambruk menimpa rumah warga di Kemayoran, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Saiful mengatakan dua orang yang tertimpa crane saat berada di rumah sudah diperbolehkan pulang. Sementara satu korban masih dirawat di rumah sakit.

Sementara itu Ketua RT setempat, Jono Santoso mengatakan pihaknya akan memprioritaskan kondisi pemulihan keluarga korban.

Menurutnya, pihak operator proyek bertanggung jawab atas kejadian ini. Mulai pengobatan korban dan perbaikan rumah yang rusak. Keluarga korban juga akan dicarikan tempat tinggal sementara.

"Dicari tempat oleh pihak proyek biar mereka bisa dapat tempat tinggal sementara," kata Jono.


Salah satu saksi mata, Indra yang juga merupakan keluarga korban, mengatakan tali penahan crane lepas sehingga alat berat itu jatuh menimpa rumahnya. Saat kejadian, pria 16 tahun itu baru pulang sekolah.

"Penahannya (crane) geser terus jatuh," ujar Indra.

Sementara, Syahrudin, salah satu warga setempat juga melihat kejadian itu. Menurutnya, tali penahan crane putus sebelum menimpa rumahnya. (dis/pmg)