Ragam Reaksi Warga Sikapi Rencana Kenaikan Tarif Parkir DKI

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 23:27 WIB
Ragam Reaksi Warga Sikapi Rencana Kenaikan Tarif Parkir DKI Mobil dan Sepeda motor yang terparkir di Park and Ride kawasan MH Thamrin, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif layanan parkir per Januari 2019. Nantinya, tarif baru itu akan mulai diterapkan pertama kali di lapangan parkir Ikatan Restoran dan Taman Indonesia (IRTI) Monumen Nasional (Monas).

Beragam reaksi dilontarkan warga, terutama pengguna kendaraan bermotor. Sebagian warga setuju dengan rencana tersebut asalkan diimbangi dengan peningkatan pelayanan. Namun, ada juga yang akan beralih menggunakan moda transportasi umum bila kenaikkan tarif parkir dinilai memberatkan warga.

Dinda (24), seorang pengendara motor yang sehari-hari biasa memarkirkan kendaraannya di lapangan parkir IRTI Monas berharap kenaikan tarif layanan parkir tak terlalu tinggi. Saat ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2007 tentang pola transportasi makro, tarif parkir di DKI Jakarta berkisar Rp5.000 sampai Rp12 ribu per jam.


"Kalau tarif parkir motor dari Pemprov DKI di atas Rp20 ribu, misal dalam jangka waktu yang pendek, tidak apa-apa. Jika diterapkan untuk jangka panjang, menurut saya memberatkan," ujar Dinda (24) kepada CNNIndonesia.com.

Dinda berharap Pemprov DKI dapat menyesuaikan tarif parkir agar tidak ada kalangan tertentu yang dirugikan, sebab menurutnya tidak semua pengunjung Monas berasal dari kalangan mampu.

Dinda mengatakan akan memilih menggunakan transportasi umum seperti kereta commuter line bila tarif parkir memberatkannya.

Galih (24), pengunjung Monas yang memarkirkan kendaraan di IRTI justru menyambut baik rencana Pemprov DKI untuk menaikkan tarif parkir yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan dan beralih ke transportasi umum.

"Menurut saya salah satu cara untuk menarik minat warga pindah ke transportasi umum adalah kenyamanan dari transportasi umum itu sendiri," kata dia.
Ragam Reaksi Warga Sikapi Rencana Kenaikan Tarif Parkir DKIMobil terparkir di wilayah DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Namun, Galih mengatakan, akan mencari tempat parkir lain jika berkunjung ke Monas bila kondisi transportasi massal masih buruk.

"Selagi transportasi umum nya masih seperti ini, cari parkiran lain," tutup Galih.

Lain halnya dengan Ibrahim (24), ia tak akan berkunjung ke Monas jika Pemprov DKI menaikkan tarif parkir pada Januari 2019.

"Kalau naikin tarif parkir agar orang-orang pakai transportasi umum, menurut saya tidak relevan. Misalnya, tarif parkir motor lebih dari Rp25 ribu, lebih baik saya tidak ke Monas," tutur Ibrahim.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rencana menaikkan tarif parkir itu masih menunggu hasil kajian Pemprov DKI. Dia berharap kenaikan tarif parkir di Jakarta tersebut bisa segera diterapkan pada tahun 2019.

Lokasi parkir IRTI Monas lebih banyak didominasi oleh kendaraan pegawai Pemerintah Provinsi DKI. Pegawai Pemprov DKI berlangganan fasilitas parkir seharga Rp68.000 per bulan.

Seorang warga lain, Fani (23) berharap kebijakan ini tidak dilakukan secara mendadak dan tarif yang akan dinaikkan tidak terlalu signifikan.

"Kalau naiknya Rp10 ribu enggak apa-apa," kata Fani.
(dni)