Kronologi dan Motif Oknum TNI Tembak Mati 3 Warga Prabumulih

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 01:01 WIB
Kronologi dan Motif Oknum TNI Tembak Mati 3 Warga Prabumulih Ilustrasi Pembunuhan. (Istockphoto/thawornnurak).
Palembang, CNN Indonesia -- Kepolisian menduga oknum TNI, Sersan Kepala KC menembak tiga warga di Prabumulih, Sumatera Selatan lalu bunuh diri karena dilatari urusan utang piutang. KC sendiri sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir karena luka tembak di kepala.

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara berujar, dugaan motif tersebut didapat oleh penyidik Satresrim Polres Prabumulih dan Subdenpom II/4 Prabumulih setelah memeriksa sejumlah saksi.

"Motifnya sesuai laporan penyidik, masalah utang piutang. Tetapi kepastiannya tentu harus dimintai keterangan para pihak sesuai kronologi. Siapa yang berutang kepada siapa itu juga masih didalami," ujar Zulkarnain, Jumat (7/12).


Zulkarnain mengaku bingung kenapa Serka KC turut menembak dua orang temannya, yakni Zainal Imron (45) dan Luken (30) yang turut datang bersama KC ke rumah korban lainnya, Deny Faisal (45).

Berdasarkan laporan yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula saat Serka KC bersama Zainal dan Luken datang ke rumah Faisal sekitar pukul 14.00 di Jalan Aroe, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih mengendarai mobil Toyota Rush hitam bernopol BG1361ZB.

Faisal pun menyambut ketiga tamunya tersebut di teras depan rumahnya dan berbincang. Namun tak lama kemudian, terjadi cekcok mulut antara Faisal dengan Serka KC yang berujung maut. Serka KC menembak Faisal dan dua temannya tepat di kepala mengunakan senjata api jenis FN.

Suara letusan senjata terdengar oleh istri Faisal sehingga langsung bergegas ke teras rumah. Teriakan istri korban yang melihat tiga korban tergeletak mengundang perhatian warga. Namun Serka KC sudah melarikan diri menggunakan mobil.

"Zainal dan Luken itu adalah teman Serka KC. Temannya kenapa ditembak juga? Itu yang akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Zulkarnain.

Dari rumah korban, Serka KC mengendarai mobil ke rumah rekannya, Apri di Permunas GPE, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur yang berjarak tempuh 10 menit berkendara dari TKP.

Namun di sana, Serka KC hanya bertemu dengan istri Apri, Nova Arisandi. Kemudian Serka KC duduk di depan rumah Apri, mencabut senjata api kemudian menembak kepalanya sendiri.

Nova dibantu warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian membawa Serka KC yang kondisinya kritis ke RS AR Bunda Prabumulih. Namun Jumat (7/12) pukul 03.30 WIB, Serka KC mengembuskan napas terakhir karena lukanya semakin parah.

Kapolda mengatakan, korban dan Serka KC diduga sudah kenal lama karena memiliki keterkaitan masalah utang piutang tersebut. Namun semuanya masih dugaan, sehingga butuh penelusuran lebih dalam lagi.

"Penyelidikan masih jalan ya, jadi masih ada fakta yang dicari kejelasannya," ujar Kapolda. (idz/osc)