Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara berujar, dugaan motif tersebut didapat oleh penyidik Satresrim Polres Prabumulih dan Subdenpom II/4 Prabumulih setelah memeriksa sejumlah saksi.
"Motifnya sesuai laporan penyidik, masalah utang piutang. Tetapi kepastiannya tentu harus dimintai keterangan para pihak sesuai kronologi. Siapa yang berutang kepada siapa itu juga masih didalami," ujar Zulkarnain, Jumat (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara letusan senjata terdengar oleh istri Faisal sehingga langsung bergegas ke teras rumah. Teriakan istri korban yang melihat tiga korban tergeletak mengundang perhatian warga. Namun Serka KC sudah melarikan diri menggunakan mobil.
"Zainal dan Luken itu adalah teman Serka KC. Temannya kenapa ditembak juga? Itu yang akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Zulkarnain.
Dari rumah korban, Serka KC mengendarai mobil ke rumah rekannya, Apri di Permunas GPE, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur yang berjarak tempuh 10 menit berkendara dari TKP.
Nova dibantu warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian membawa Serka KC yang kondisinya kritis ke RS AR Bunda Prabumulih. Namun Jumat (7/12) pukul 03.30 WIB, Serka KC mengembuskan napas terakhir karena lukanya semakin parah.
Kapolda mengatakan, korban dan Serka KC diduga sudah kenal lama karena memiliki keterkaitan masalah utang piutang tersebut. Namun semuanya masih dugaan, sehingga butuh penelusuran lebih dalam lagi.
"Penyelidikan masih jalan ya, jadi masih ada fakta yang dicari kejelasannya," ujar Kapolda. (idz/osc)