Prabowo-Sandi Pasang Misi Goyang Suara PDIP di Jawa Tengah

CNN Indonesia | Minggu, 09/12/2018 16:59 WIB
Prabowo-Sandi Pasang Misi Goyang Suara PDIP di Jawa Tengah Tim Prabowo-Sandi akan memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah untuk memecah suara PDIP di sana.

Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahean menganggap PDIP dan calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo adalah satu kesatuan. Alhasil dengan memecah suara PDIP di sana akan terus menggerus elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.

"Daerah itu kan dikuasai oleh PDIP di mana PDIP partainya pak Jokowi karena dia kader PDIP, sehingga Jateng sangat penting bagi kami," ucap Ferdinand di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (9/12).


"Betul sekali (memecah suara). Tentu di sana basis merah jelas siapapun mengetahui peta politiknya basis PDIP," lanjut dia.

Pada Pemilu 2014 PDIP tercatat mendominasi perolehan suara di Jawa Tengah. PDIP berhasil mendominasi delapan dari 10 daerah pemilihan di Jawa Tengah. Kini Ferdinand menargetkan Prabowo-Sandi bisa merebut setidaknya 35-40 persen suara di Jawa Tengah.

"Sehingga Jateng ini satu-satunya kita pastikan kami bisa mendekati Pak Jokowi, tidak berharap menang atau unggul di Jateng tapi target 35-40 persen sudah membuktikan bahwa Prabowo-Sandi akan menang," ujarnya.


Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Meski Jokowi didukung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ferdinand meyakini timnya bisa merangkul kalangan akar rumput untuk mewujudkan target itu.

"Kami juga Demokrat mendukung Pak Ganjar sementara kami sekarang mendukung Pak Prabowo. Sama artinya banyak grassroot kami yang harus kami arahkan kembali kemana sekarang kita bergerak di Pilpres," ucapnya.

Strategi yang diterapkan untuk merangkul kalangan akar rumput adalah dengan cara pendekatan pintu ke pintu (door to door), lalu mengumpulkan mereka ke dalam kelompok kecil. Cara itu dinilai efektif lantaran pihaknya bakal menggerakan massa dengan pola multi level marketing (MLM).

"Kami berkumpul bersama masyarakat kecil-kecul mungkin 300 orang 500 orang, tapi akan sangat efektif karena kita akan menggerakkan mereka kemudian dengan pola MLM sehingga satu orang kita harapkan bisa mengajak dua orang yang dua orang mengajak tiga sehingga semakin besar nanti gerakannya," ujarnya.

Sandi sebelumnya telah memastikan bakal lebih fokus berkampanye di kawasan Jawa Tengah selama sisa masa kampanye yang tinggal 120 hari itu.

Alasannya, kata Sandi, wilayah Jawa Tengah memiliki hampir 35 juta jiwa penduduk yang memiliki hak suara di Pilpres 2019 mendatang.

"Ini betul, akan kami pusatkan (kampanye) di Jawa Tengah jumlah penduduknya fantastis," kata Sandi melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (9/12).
(sah/gil)