Ma'ruf Amin Yakin Prabowo-Sandi Gagal Goyang Jokowi di Jateng

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 09:23 WIB
Ma'ruf Amin Yakin Prabowo-Sandi Gagal Goyang Jokowi di Jateng Cawapres Ma'ruf Amin anggap Prabowo-Sandi tak muda rebut suara Jokowi dan PDIP di Jawa Tengah di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin meyakini bahwa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak bisa mengubah dominasi kekuatan Joko Widodo dan PDIP di Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

Pernyataan ini merespons rencana kubu pasangan capres cawapres nomor urut 02 yang memasang misi untuk menggoyang suara PDIP di Jawa Tengah.

Ma'ruf menegaskan bahwa kekuatan Jokowi sejak Pilpres 2014 sudah berakar kuat dan mendominasi wilayah Jawa Tengah.


"Kalau Jateng justru suara pak Jokowi itu sudah sejak 2014 kan pendukungnya besar sekali. Saya pikir, PDIP itu kekuatan utamanya di Jateng, saya pikir enggak akan mengubah [dominasi PDI dan Jokowi]," kata Ma'ruf saat ditemui di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin (10/12).


Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla menang telak atas pasangan Prabowo-Hatta Rajasa di Jawa Tengah pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Jokowi-JK unggul 66,65 persen suara dan pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 33,35 persen suara.

Melihat hasil itu, Maruf menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga Uno tak akan mudah untuk mengubah dukungan masyarakat Jawa Tengah pada Pilpres 2019.

"Ya mungkin mereka berharap ingin mengubah, saya kira enggak semudah itu mengubah pilihan," kata Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf menyebut dukungan bagi Jokowi dan dirinya makin kuat pada Pilpres 2019, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Ma'ruf Amin Yakin Prabowo-Sandi Gagal Goyang PDIP di JatengPrabowo-Sandi berencana rebut suara PDIP di Jawa Tengah pada pilpres 2019. (CNN Indonesia/Fajrian)

Ia merinci dirinya telah didukung oleh beberapa partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Jateng, seperti PPP, PKB dan Golkar.

"Apalagi sekarang kan tambah NU nya, tambah Golkar, PKB juga kan lumayan disana, PPP lumayan, apalagi PDIP, ditambah lagi NU nya, menurut saya justru kekuatan pak Jokowi ada di Jateng utamanya," kata dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf turut menyinggung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memiliki suara signifikan pada Pilkada Jateng yang digelar Juni 2018 lalu.


Ketika itu, Sudirman-Ida didukung oleh koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PKB memperoleh suara 41,22 persen. Mereka melawan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang didukung PDIP, Nasdem, PPP dan Demokrat yang unggul sebesar 58.78 persen.

Ia menyebut kenaikan suara Sudirman Said kala itu didongkrak oleh faktor Ida Fauziyah yang merupakan kader PKB.

"Kemarin itu suara Sudirman Said besar (di Pilkada Jateng) itu kan karena ada Ida Fauziah. Ida Fauziah itu kan didukung PKB," kata dia.

(rzr/DAL)