Pembantaian Pekerja Proyek, Papua Masuk Daerah Rawan Pemilu

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 18:31 WIB
Pembantaian Pekerja Proyek, Papua Masuk Daerah Rawan Pemilu Menkpolhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memastikan pihaknya telah menyusun indeks kerawanan Pemilu 2019 yang terdiri dari berbagai unsur sejak enam bulan lalu.

Survei untuk indeks kerawanan ini pun sudah dilakukan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia demi mengantisipasi terjadinya gangguan dalam pelaksanaan pemilu pada April 2019 mendatang.

"Semua daerah kita sudah lakukan survei untuk tentukan indeks kerawanan Pemilu, kita sudah buat grafik dan matrik," kata Wiranto di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).



Meski begitu, Wiranto enggan merinci apa saja hal-hal yang dia masukkan dalam indeks tersebut.

"Banyak, enggak bisa saya sebutkan satu-satu," kata dia.

Wiranto juga memastikan telah melakukan survei di wilayah paling luar Indonesia, hingga ke daerah paling timur, seperti Papua pada beberapa waktu lalu.

Bahkan kata dia, pihaknya pun telah mempertimbangkan kejadian yang baru-baru ini mengguncang tanah Papua terkait peristiwa pembunuhan para pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. Pembataian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata itu telah dimasukkan sebagai salah satu indeks kerawanan pemilu terbaru.


"Sekarang ada perkembangan baru (penembakan oleh KKB) dan ini kita masukkan dalam indeks kerawanan lagi," katanya.

Meski begitu, dia memastikan tak akan terjadi masalah signifikan yang nantinya bisa mengganggu proses pemilu pada April mendatang. Dia pun berharap semua pihak bisa bersinergi menyelesaikan semua temuan indeks kerawanan pemilu yang telah ditemukan di tiap-tiap daerah.

"Nanti kita tekan lagi, jadi intinya adalah semua pemangku kepentingan akan terus sinergi gimana agar kerawanan pemilu di 2019 (tidak terjadi)," kata dia.

"Masih ada waktu untuk kita menekan kerawanan-kerawanan di tiap daerah, yang kita harapkan pada jelang hari H pemilu, kerawanan itu sudah netral sudah bisa kita eliminasi, termasuk Papua," katanya. (tst/osc)