MRT Jakarta Kaji Rencana Kereta Khusus Wanita

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 21:23 WIB
MRT Jakarta Kaji Rencana Kereta Khusus Wanita Kereta mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT) di Bundaran HI, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya tengah mengkaji pengadaan kereta khusus wanita di rangkaian kereta MRT.

Saat ini, kata William, pihaknya masih menunggu berbagai masukan dari masyarakat perihal rencana kereta khusus wanita tersebut.
"Itu lagi didiskusikan. Kita lagi minta pandangan publik kira-kira seperti apa gitu," kata William di Depo MRT Lebak Bulus, Senin (10/12).

William menyebut jika nantinya kereta wanita khusus itu disediakan, kemungkinan hanya ada di jam-jam sibuk saja.


"Kan 50-50 nih, kemungkinan yang akan kita terapkan pada jam sibuk. Itu kita siapkan gerbong khusus wanita, itu baru skenario ya," tuturnya.

Proyek MRT Jakarta fase I dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI nantinya akan menggunakan 16 rangkaian kereta, di mana hanya 14 yang akan beroperasi dan dua sisanya menjadi cadangan.
Satu rangkaian kereta terdiri dari enam kereta dan diperkirakan mampu mengangkut penumpang dengan jumlah maksimal sekitar 1.800 orang.

Kecepatan rangkaian kereta MRT disebut bisa mencapai 80 km/jam di bawah tanah dan bisa meningkat hingga 100 km/jam di permukaan tanah. Untuk waktu tempuhnya, diperkirakan sekitar 30 menit yang akan melewati 13 stasiun dengan jalur sepanjang 16 km.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta telah memberi nama kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dengan nama Ratangga.
Kata Ratangga diambil dari puisi kitab Arjuna Wijaya dan kitab Sutasoma yang dikarang oleh Mpu Tantular. Dalam bahasa Jawa Kuno, Ratangga berarti kereta perang yang identik dengan kekuatan dan pejuang.

(dis/dea)