Ma'ruf Sambut Gembira Dukungan PAN Kalsel di Pilpres 2019

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 14:28 WIB
Ma'ruf Sambut Gembira Dukungan PAN Kalsel di Pilpres 2019 Cawapres Nomor Urut 01, Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyambut gembira dukungan dari pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan kepada dirinya dan Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Menurutnya, aspirasi para kader PAN Kalsel itu tak boleh dimatikan karena Indonesia kini menganut sistem demokrasi yang membebaskan aspirasi masyarakat.

"Bagi kami itu hal yang menggembirakan, sebaiknya memang aspirasi itu tak dimatikan, dibiarkanlah dalam negara demokratis," kata Ma'ruf di kediaman pribadinya di Menteng, Jakarta, Selasa (11/12).


Ketua DPW PAN Kalimantan Selatan Muhidin mewakili institusinya pada Minggu, 9 Desember kemarin mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Sikap DPW PAN Kalimantan Selatan ini berbeda dengan DPP PAN yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ma'ruf sendiri telah mengetahui kabar dukungan PAN Kalsel itu dari media sosial beberapa hari lalu.

Ia mengartikan bahwa dukungan itu akan menambah kekuatan mesin politik Jokowi-Ma'ruf Amin di Kalimantan Selatan.

"Artinya sekarang dukungan tuh nggak hanya dari partai pendukung, dari partai yang bukan pendukung pun ada, menurut pengamatan mereka di daerah mereka aspirasi masyrakat di sana itu memang mendukung calon 01," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf mengaku terus memantau perkembangan pergerakan mesin kampanye di beberapa daerah meski dalam keadaan sakit akibat kaki terkilir.

Ia pun turut berjanji akan gencar melakukan kampanye di Kalsel dan beberapa daerah lain pada Januari 2019 mendatang.

"Saya sudah berjanji Januari saya akan go tour ke daerah-daerah. Sekarang ini baru tim saya dari daerah-daerah, terutama di Jawa Barat, DKI, dan Banten. Selain mereka datang ke sini saya juga merambah gitu kan daerah-daerah ini," ungkapnya.

Dukungan DPW PAN Kalsel kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf menjadi sorotan karena sebelumnya dukungan serupa datang dari 12 Dewan Pengurus Harian DPD PAN Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu 2 Desember lalu. PAN sendiri merupakan pengusung pasangan Prabowo-Sandi.

Dukungan ini berujung pada pemecatan Ketua DPW PAN Kalsel Muhidin. Dia dianggap tak melakukan koordinasi dan komunikasi ke DPP PAN terkait dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf. 

Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais pihaknya sudah tak perlu memberikan imbauan lagi kepada pengurus atau kader terkait dukungan pada Pilpres 2019. Menurut Hanafi, pihaknya akan langsung memberikan sanksi kepada kader yang berbeda dengan keputusan partai.

Dukungan Ulama NU

Tak cuma PAN Kalsel, dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf juga mengalir dari Ulama dan keluarga besar Nahdhatul Ulama (NU) Kota Tangerang Selatan yang sudah menentukan sikap politik di Pilpres 2019.

Sekitar 35 ulama PCNU Tangerang Selatan yang dipimpin oleh Wakil Syuriah PCNU Tangsel, Tafsir Munir menyampaikan dukungannya melalui deklarasi di kediaman pribadi Ma'ruf, Senin (10/12) lalu. Mereka kompak menggunakan baju koko putih dilengkapi dengan sarung dan peci.

"Kami menyatakan dukungan total kepada pasangan capres cawapres nomor urut 01 atas nama Joko Wododo dan Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin," kata Tafsir.

Guna mengukuhkan dukungannya itu, Tafsir lantas membacakan Deklarasi Situbondo 12. Tafsir menyampaikan lima poin ikrar yang dibacakan bersama para ulama Tangsel.

Di tempat yang sama, Ma'ruf mengimbau agar pendukungnya lebih banyak memberikan sosialisasi masyarakat tentang apa saja yang sudah dilakukan Jokowi selama memimpin.

"Tentang apa yang dilakukan Pak Jokowi pada masa yang lalu, dalam rangka kemanfaatan, infrastruktur pendidikan lapangan terbang, ekonomi, itu memperbanyak lapangan kerja mengurangi pengangguran, pokoknya upaya-upaya yang memberi manfaat maslahat pada masyarakat," kata dia.

Ma'ruf pun meminta agar para pendukungnya mampu mengedepankan cara-cara yang elegan dalam berkampanye serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.

"Saya tetap berharap supaya tetap menggunakan cara-cara yang santun menghindari fitnah hoaks ujaran kebencian, dengan cara yang berakhlakul karimah," tambahnya. (rzr/osc)