Keluarga Korban Minta Jokowi Desak Lion Air Beri Keadilan

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 18:15 WIB
Keluarga Korban Minta Jokowi Desak Lion Air Beri Keadilan Keluarga korban Lion Air JT-610 berdemo di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan keluarga korban Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang berdemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi ke Presiden Joko Widodo.

Keluarga korban meminta Jokowi untuk turun tangan karena Lion Air hingga saat ini dinilai belum memberikan keadilan bagi keluarga korban.

"Tolonglah, Pak, kami ini warga Indonesia yang butuh perhatian dari Bapak. Kalau bapak perintahkan, semuanya bisa lakukan. Bapak ini kan pemimpin tertinggi di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Pemerintah?" ucap salah satu keluarga korban, Johan Haris Saroinsong, saat melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/12).


Sembari menyampaikan tuntutan, puluhan keluarga korban membentangkan spanduk protes ke Lion Air. Mereka juga menunjukkan foto-foto keluarga mereka yang jadi korban.

Johan mengatakan keluarga korban meminta Jokowi menegur dan mengawasi Lion Air terkait janji pemenuhan kewajiban kepada keluarga korban.

Ia menyebut Lion Air belum memenuhi janji-janji pemenuhan hak keluarga korban. Pertama terkait pendampingan keluarga korban, baik yang sudah ataupun belum ditemukan.

Keluarga membawa foto korban pesawat Lion Air JT-610 dalam aksi unjuk rasa di depan Istana, Jakarta, Kamis 13Keluarga membawa foto korban pesawat Lion Air JT-610 dalam aksi unjuk rasa di depan Istana, Jakarta, Kamis (13/12). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Lalu Lion Air pernah berjanji melakukan pencarian terhadap 64 orang korban yang belum ditemukan. Namun hingga kini belum terealisasi.

"Kami mau 64 jenazah ini sudah harus diangkat karena secara geografis itu kan laut Jawa itu kan dangkal. Jadi sebenarnya teoritis kan sebenarnya bisa dicari," kata ayah dari Hizkia Jorry Saruinsong tersebut.

Selain itu, keluarga korban juga menagih janji Lion Air untuk memberikan santunan kepada mereka.

Mengacu pada peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011, keluarga penumpang mendapat hak uang santunan meninggal dunia sebesar Rp1,25 miliar. Selain itu, Lion Air juga sempat menjanjikan penggantian uang bagasi sebesar Rp50 juta, uang tunggu Rp5 juta, dan uang kedukaan Rp25 juta.

"Mungkin 90 persen, masih banyak, masih banyak [yang belum menerima]. Makanya kami minta Presiden turun tangan," kata dia.

"Kami sering bertemu, tapi mereka [Lion Air] sering ingkar janji. Mereka tidak memenuhi kewajiban-kewajiban mereka," kata Johan.

Salah satu tuntutan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dalam unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12), yakni mencari kembali jasad para korban.Salah satu tuntutan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dalam unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12), yakni mencari kembali jasad para korban. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Selain melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, keluarga korban juga mengirim surat ke Istana. Mereka memohon untuk bertemu Jokowi.

"Surat ke Pak Jokowi hari ini sudah kita kirim. Kita minta supaya Pak Jokowi juga harus kasih atensi," kata dia menjelaskan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku akan mengecek kembali pembayaran kewajiban santunan oleh Lion Air Group kepada keluarga korban. Menurut dia, maskapai seharusnya sudah membayar paling tidak sebagian santunan itu.

"Ya mungkin tinggal masalah hukum di antara mereka [perusahaan dan keluarga korban]," ucap Budi, Kamis (13/12).

"Nanti saya akan coba klarifikasi mengenai hal itu," ujarnya. (dhf/arh)