Keluarga Korban Lion Air Gabung Aksi Kamisan di Depan Istana

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 19:57 WIB
Keluarga Korban Lion Air Gabung Aksi Kamisan di Depan Istana Aksi unjuk rasa keluarga korban kecelakaan Lion Air. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga korban kecelakaan Lion Air JT610 dengan registrasi PK LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat mendapat tempat khusus di Aksi Kamisan edisi ke-566, Kamis (13/12), di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Seperti biasa, puluhan anak muda berkumpul di depan Istana Merdeka, Kamis sore ini. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam lalu membentuk lingkaran.

Beberapa anggota keluarga korban yang baru saja menggelar aksi sendiri, diberi kesempatan untuk berorasi. Mereka mengungkap ketidakadilan Lion Air terhadap hak-hak korban dan keluarga korban. Pemerintah juga jadi sasaran karena melakukan pengabaian.


"Banyak orang yang belum ditemukan. Kita terus bersolidaritas karena sampai saat ini bagi kami Negara belum memberikan upaya-upayanya terhadap 64 keluarga kami yang belum ditemukan," kata Yazid, keluarga dari korban Lion Air JT-610 bernama Naqiah Azmi.

Di kesempatan itu Yazid mengatakan dirinya dan keluarga korban lain mendapat perlakuan tidak adil dari Lion Air. Misalnya terkait dana santunan dan asuransi yang belum kunjung dicairkan.

Ia mewakili keluarga korban meminta Presiden Joko Widodo turun tangan menyudahi ketidakadilan ini.

"Jangan diam!" teriak Yazid.

"Lawan!" saut puluhan peserta Aksi Kamisan.

Salah satu pegiat Aksi Kamisan Niccolo Attar mengatakan pihaknya memang sengaja memberi ruang khusus pada keluarga korban Lion Air JT-610 di kesempatan itu.

Menurutnya, ada pengabaian oleh Negara terhadap hak keluarga korban. Padahal salah satu kewajiban Negara, lanjutnya, adalah memenuhi HAM warga negara.

Niccolo berujar Aksi Kamisan terbuka bagi semua pihak yang merasa hak-hak asasinya sebagai manusia diabaikan oleh Negara.

"Di sini Korban Lion Air merasa hak mereka untuk mendapat kejelasan soal jenazah keluarga mereka diabaikan negara. Itu bisa jadi salah satu bentuk pelanggaran HAM, maka itu kami memberi ruang mereka menyuarakan HAM-nya," kata Niccolo saat ditemui usai aksi.

Para keluarga korban Lion Air JT-610 melayangkan surat ke Presiden Jokowi. Mereka meminta Pemerintah ikut mengawal tanggung jawab Lion Air kepada keluarga korban.

Pasalnya mereka merasa selama ini Lion Air hanya menjual janji. Seperti soal pencarian ulang 64 jenazah dan dana santunan yang belum cair.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011, tertulis keluarga penumpang mendapat hak uang santunan meninggal dunia sebesar Rp1,25 miliar. Selain itu, Lion Air juga sempat menjanjikan penggantian uang bagasi sebesar Rp50 juta, uang tunggu Rp5 juta, dan uang kedukaan Rp25 juta. (dhf/osc)