PoliticaWave: Jokowi Ungguli Prabowo dalam Percakapan Medsos

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 05:56 WIB
PoliticaWave: Jokowi Ungguli Prabowo dalam Percakapan Medsos Ilustrasi media sosial. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- PoliticaWave menyebut bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam hal jumlah dan sentimen positif percakapan di media sosial.

Hal itu didasarkan pemantauan pada periode 6-13 Desember 2018. Tercatat, sebanyak 1.162.192 percakapan di media sosial yang membicarakan seputar pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga.

"Jokowi-Ma'ruf unggul 739.206 atau 63,6 persen percakapan. Prabowo-Sandiaga meraih jumlah percakapan sebesar 422.986 atau 36,4 persen," kata Kepala Divisi Analisis lembaga PoliticaWave Nadia Shabilla dalam keterangan resminya, Kamis (13/12).


Dalam percakapan tersebut, Nadia turut menganalisis sentimen komentar warganet di media sosial terkait kedua pasangan capres dan cawapres. Ia menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf meraih persentase komentar positif sebesar 46 persen dan komentar negatif sebesar 28 persen.

"Percakapan netral pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 26 persen," kata dia

Sementara itu, Nadia mengungkapkan Prabowo-Sandiaga hanya meraih persentase komentar positif sebesar 33 persen dan komentar negatif sebesar 12 persen.

"Percakapan netral Prabowo-Sandiaga sangat besar hingga 55 persen," kata dia.
PoliticaWave: Jokowi Ungguli Prabowo dalam Percakapan MedsosFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Sentimen Isu Kandidat

Tak hanya itu, Nadia mengungkapkan terdapat perbedaan strategi komunikasi antara tim sukses kedua kubu kandidat di media sosial ketika memainkan sentimen isu.

Ia menyatakan pendukung Jokowi-Ma'ruf di media sosial lebih gencar menyosialisasikan isu-isu positif dan tidak terlalu menyerang pasangan Prabowo-Sandi dengan isu negatif.

"Para pendukung Prabowo-Sandi lebih banyak menyerang isu negatif pasangan Jokowi-Ma'ruf daripada mengkomunikasikan isu positif dari pasangan Prabowo-Sandi," kata dia.

Salah satu momen yang banyak menuai sentimen positif warganet, kata Nadia, adalah kebersamaan Jokowi dengan cucu dan anak-anaknya di Istana Bogor pada Minggu (9/12).

"Publik khususnya dari kalangan muda menyoroti interaksi unik antara Jokowi dengan puteranya, Kaesang, hingga tingkah menggemaskan cucu Jokowi, Jan Ethes," kata dia.

Momen kebersamaan Jokowi dengan keluarga di Istana Bogor, Sabtu (8/12), disebut menuai banyak komentar positif warganet.Momen kebersamaan Jokowi dengan keluarga di Istana Bogor, Sabtu (8/12), disebut menuai banyak komentar positif warganet. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Di sisi lain, sentimen negatif kubu Jokowi-Ma'ruf di medsos dipicu oleh momentum Hari HAM Sedunia pada 10 Desember.

"Jokowi dikritik dari berbagai kalangan terkait penanganan hukum dan kasus HAM oleh pemerintah yang tak kunjung tuntas," kata dia.

Sementara itu, kubu Prabowo-Sandiaga mendapat sentimen positif terkait isu adanya dukungan relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi di sejumlah daerah di Indonesia.

"Sementara percakapan negatif terkait pasangan ini diantaranya dipicu oleh aksi Prabowo mengecam wartawan dan media, hingga pernyataan Sandiaga Uno terkait membangun infrastruktur tanpa utang," ungkapnya.

Dalam melakukan analisa media sosial tersebut, PoliticaWave mengaku telah melakukan filter dan mengeluarkan akun-akun anonim atau 'Bot' dari proses analisa data.

Ia menyatakan media sosial akan menjadi alat kampanye dan penyebaran informasi paling penting untuk menjangkau para pemilih muda.

Salah satu momen yang dikomentari negatif warganet yakni saat Prabowo Subianto pernah meminta pendukungnya tak menghormati wartawan karena tak banyak memberitakan Reuni 212.Salah satu momen yang dikomentari negatif warganet yakni saat Prabowo Subianto pernah meminta pendukungnya tak menghormati wartawan karena tak banyak memberitakan Reuni 212. (CNN Indonesia TV)
"Pemilih muda mengandalkan layar smartphone dan timeline media sosialnya sebagai media informasi utama," kata dia.

Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang melibatkan 1220 responden pada 7-14 September menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi mencapai 60,2 persen, sementara Prabowo hanya 28,7 persen.

(rzr/arh)