Cari Pelaku Penyerangan Polsek, Kodam Jaya Sebar Video

CNN Indonesia
Jumat, 14 Des 2018 17:40 WIB
Kodam Jaya menyebar video penyerangan Polsek Ciracas ke setiap komandan satuan untuk mencari pelaku di lingkungan TNI. Hingga kini belum ada indikasi tersebut. Kodam Jaya ikut membantu Polisi mencari pelaku perusakan Polsek Ciracas. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya masih menyelidiki dugaan keterlibatan anggotanya terkait kasus penyerangan dan pembakaran di Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Rekaman video penyerangan polsek disebar ke setiap komandan satuan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi menyatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal terkait kasus ini.

"Sudah (pemeriksaan), kami sekarang ini sedang pemeriksaan internal termasuk dari gambar dan video yang beredar,"kata Kristomei di Polda Metro Jaya, Jumat (14/12).


Seluruh video yang beredar disebar ke setiap komandan satuan untuk mengecek massa yang diduga berasal dari aparat. Dia menyampaikan pemeriksaan ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.

"Kami berikan ke seluruh komandan satuan yang ada di jajaran Jakarta untuk mengecek ada enggak dari gambar-gambar itu anggotanya. Baru nanti ketahuan itu anggota TNI kesatuan apa," kata Kristomei.

"Kita enggak bisa buru-buru menyimpulkan itu cepak terus anggota TNI, belum tentu," tambahnya.


Hingga kini menurutnya belum ada indikasi yang menunjukkan keterlibatan anggota TNI dalam perusakan kantor Polsek Ciracas. Kristomei juga membantah ada pengerahan massa TNI ke arah Polsek Ciracas.

"Saat ini kita sedang mencari tahu siapa sih orang yang ada di gambar tadi, benar enggak itu anggota TNI. Kalau benar siapa dia, kenapa saat itu ada di luar," katanya.
Buru Pelaku Penyerangan Polsek, Kodam Jaya Sebar VideoKantor Polsek Ciracas usai diserang massa. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Dua Gelombang

Kristomei mengatakan ada dua gelombang massa saat perusakan dan pembakaran di Polsek Ciracas. Gelombang pertama datang pada pukul 21.00 WIB.

"Di situ ada Dandim Danrem memerintahkan massa untuk bubar, dia bubar. Kan, di situ ada gerombolan massa yang datang ke Polsek Ciracas," ujarnya.

Kristomei mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah massa pada gelombang pertama terdiri dari TNI atau masyarakat sipil. Setelah dibubarkan, kata Kristomei, kondisi lapangan sudah dalam keadaan tenang.


Namun sekitar pukul 23.00 WIB massa kembali datang untuk memprovokasi perusakan. Kodam Jaya pun masih mencari orang yang terlibat dalam gelombang massa tersebut.

"Tiba-tiba ada gelombang massa kedua yang langsung masuk ke Mapolsek Ciracas. Nah inilah yang memprovokasi dan merusak Mapolsek Ciracas," katanya.

Kristomei menyatakan akan mencari pelaku penyerangan Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Namun semua pihak diminta bersabar menunggu penyelidikan aparat.

"Yakinlah kami cari sampai ketemu dan mengungkap siapa pelaku perusakan ini," kata Kristomei.

Perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas terjadi pada Rabu (12/12) dini hari. Diduga perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas terkait dengan pengeroyokan kepada seorang anggota TNI oleh sejumlah juru parkir beberapa hari sebelumnya.
(ctr/sur)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER