Polisi Belum Bisa Ungkap Pelaku Perusakan Polsek Ciracas

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 15:50 WIB
Polisi Belum Bisa Ungkap Pelaku Perusakan Polsek Ciracas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi masih mengusut kasus pembakaran dan perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono meminta agar semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan atas kejadian tersebut.

"Masih dalam lidik, kita tunggu saja," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (13/12).

Belum ada perkembangan informasi signifikan yang disampaikan Argo sejak hari pertama insiden berlangsung. Argo hanya menjelaskan seputar keadaan fisik Polsek Ciracas yang sedang diperbaiki.


Pembenahan fisik Polsek Ciracas diperkirakan rampung dalam pekan ini.

"Jadi nanti itu polsek itu kami perbaiki dan akan kami rehab-rehab, setelah selesai nanti akan kami pakai kembali untuk pelayanan masyarakat," jelas dia.


Perusakan dan pembakaran Polsek Cirasas terjadi pada Rabu (12/12) dini hari. Diduga perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas ini terkait dengan pengeroyokan seorang anggota TNI oleh sejumlah juru parkir di kawasan Cibubur.

Selain sejumlah fasilitas yang rusak, beberapa anggota Polsek Ciracas juga turut menjadi korban amukan massa. Salah satu korbannya, yakni Kapolsek Ciracas Komisaris Agus Widar.

Argo menyebut, Agus masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Saat ini kondisinya sudah lebih baik.

"Masih dirawat di RS. Ya sudah bisa diajak ngobrol. Yang penting dirawat dulu dan sembuh dulu," tegas Argo.


Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan polisi belum dapat memastikan kebenaran berbagai video yang tersebar di media sosial seputar insiden perusakan dan pembakaran Mapolsek Ciracas.

Jenderal bintang satu itu pun meminta agar masyarakat tidak menyebarluaskan video atau informasi itu lagi, karena vide-video maupun foto yang tersebar tersebut tak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami minta agar informasi tersebut tidak lagi disebarluaskan, yang beredar di media sosial belum pasti benar," tegas dia.

Sejauh ini sudah dua tersangka yang ditangkap polisi terkait kasus pengeroyokan anggota TNI dimaksud, yakni AP dan HP. Polisi pun masih memburu tiga orang lainnya, yakni IH, SR, dan I yang kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (ctr/osc)