Polisi Tangkap Suami-Istri Buronan Pengeroyok Anggota TNI

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 16:15 WIB
Polisi Tangkap Suami-Istri Buronan Pengeroyok Anggota TNI Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi dikabarkan menangkap dua orang pelaku pengeroyokan anggota TNI di Cibubur, Jakarta Timur. Keduanya merupakan suami istri, yakni IH dan SR yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono membenarkan penangkapan tersebut.

"Ya (sudah ditangkap suami istri)," kata Argo singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/12).


Argo menuturkan IH dan SR ditangkap di kawasan Citayam, Depok, Jawa Barat, sekitar pukul 13.30 WIB tadi. Keduanya kini sudah digelandang ke Markas Polda Metro Jaya.

"Saat ini tim sedang membawa kedua tersangka ke Mako Resmob Polda Metro Jaya guna melakukan pemeriksaan," tutup dia.

Orang tua IH, Oloan Hutahean juga membenarkan kabar penangkapan anaknya tersebut. Dia mendapat informasi itu dari anggota polisi yang mendatangi rumahnya.

"Tadi dua anggota polisi datang menyampaikan sudah ketemu. (Ketangkap) di Depok," ujar Oloan kepada CNNIndonesia.com.

Penangkapan IH dan SR ini melengkapi dua tersangka pengeroyokan sebelumnya yang sudah lebih dulu ditangkap, yakni AP dan HP. Saat ini masih ada satu tersangka lagi yang masih diburu polisi, yakni D.

Saat kejadian, Senin (10/12), AP dan HP diduga berperan dengan memegangi anggota TNI Kapten Komarudin dari belakang saat IH melakukan pemukulan. AP dan HP juga diketahui mendorong dada anggota TNI lain Prajurit Satu Rivo Nanda yang ketika kejadian tengah melintas.

Sementara SR berperan sebagai pendorong dan pemukul. Namun polisi tak menjelaskan siapa yang dipukul SR.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan 351 KUHP tentang kekerasan dan penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Kejadian pengeroyokan terhadap anggota TNI terjadi Senin (10/12). Rekaman video pengeroyokan tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat seorang anggota TNI berhadapan dengan sejumlah pria.

Anggota TNI yang dikeroyok itu bernama Kapten Komarudin. Saat kejadian, seorang anggota TNI lainnya, Pratu Rivo Nanda melintas dan mencoba melintas, namun justru ikut jadi korban. (ctr/osc)