Pujian pertama diutarakan ketika menyinggung keberhasilan pemerintahan Jokowi menghilangkan asap dari Riau dalam tiga tahun terakhir. Padahal selama 17 tahun asap disebut selalu mengganggu kehidupan warga di wilayah ini.
"Banyak lah orang mencari rusa. Sekali tembak kaki terkilir. Banyak lah orang menjadi penguasa. Tapi tak layak jadi pemimpin," tutur Kapitra di GOR Pekanbaru, Sabtu (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calon anggota legislatif dari PDIP itu juga mengaku melihat langsung Jokowi berpanas-panasan di bawah terik matahari dan merasakan gersangnya kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan. Presiden diketahui meninjau langsung kondisi lokasi karhutla tiga tahun lalu.
"Kalau mendayu dengan sempurna. Suratnya bersih halamannya terang. Kalau memimpin dengan bijaksana. Rakyat memilih Tuhan pun senang" tuturnya lagi.
Setelah melihat kondisi langsung di Riau, pada 2015, Jokowi langsung menginstruksikan aparat bekerja keras bersama masyarakat mencegah kebakaran hutan. Tak main-main, Presiden menyatakan bakal mencopot aparat yang daerahnya 'berasap'.
Hal itu berbuah manis. Sejak saat itu, Riau tak lagi berasap. Kapitra kembali memuji kinerja mantan Wali Kota Solo itu.
Ia juga berterima kasih karena Presiden Jokowi meningkatkan infrastruktur Riau seperti jalan tol Pekanbaru-Dumai dan Pekanbaru-Padang, kebijakan rumah DP 1 persen, hingga sertifikasi tanah adat.
Menurutnya, tak ada lagi alasan bagi masyarakat Riau tidak berjalan bersama Jokowi. Melalui pantunnya, Kapitra menyatakan masyarakat Melayu tahu membalas budi.
Kapitra saat ini merupakan calon legislatif PDI Perjuangan. Sebelumnya, Kapitra berbeda posisi politik dengan Jokowi. Ia bahkan menyatakan bakal mendukung Rizieq apabila Jokowi melawan pentolan FPI itu.
(chri/arh)